kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.805   39,00   0,22%
  • IDX 6.397   -43,80   -0,68%
  • KOMPAS100 836   -5,88   -0,70%
  • LQ45 635   -5,44   -0,85%
  • ISSI 223   -2,05   -0,91%
  • IDX30 353   -2,96   -0,83%
  • IDXHIDIV20 440   -4,17   -0,94%
  • IDX80 95   -0,68   -0,71%
  • IDXV30 121   -0,76   -0,63%
  • IDXQ30 114   -1,19   -1,03%

Percepatan Realisasi Anggaran MBG Berdampak Positif bagi Emiten Poultry


Senin, 21 September 2026 / 08:47 WIB
Percepatan Realisasi Anggaran MBG Berdampak Positif bagi Emiten Poultry
ILUSTRASI. Ilustrasi produk pakan ternak Japfa Comfeed (Dok/Japfa Comfeed)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Dimas Andi Shadewo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Percepatan realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi mencerahkan prospek emiten perunggasan atau poultry pada sisa tahun 2026.

Hingga 16 September 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat penyerapan anggaran MBG mencapai Rp 139,77 triliun atau 63,89% dari total pagu Rp 218,77 triliun. Dengan begitu, masih ada anggaran sekitar Rp 79 triliun yang masih berpotensi tersalurkan kepada penerima manfaat MBG hingga akhir 2026.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, tingginya serapan anggaran MBG menjadi katalis positif bagi industri unggas. Program ini dinilai mampu menciptakan tambahan permintaan yang lebih terukur untuk produk mengandung protein hewani.

Namun, program ini lebih tepat dilihat sebagai katalis permintaan yang memperbaiki permintaan. Sedangkan profitabilitas emiten tetap bergantung pada dinamika harga jual ayam, day old chick (DOC), pakan, hingga efisiensi produksi.

"Secara jangka pendek MBG cukup menjadi katalis positif bagi sektor poultry," kata Alrich Jumat (18/9).

Perbaikan fundamental

Dia menambahkan, sebagian dampak dari penyerapan anggaran MBG mulai terlihat, walau belum sepenuhnya terefleksikan dalam kinerja fundamental maupun valuasi emiten poultry. Sebab, transmisi dari penyerapan anggaran MBG ke kinerja keuangan emiten, tentu saja, membutuhkan waktu.

Dari sisi fundamental, emiten unggas telah menunjukkan perbaikan berkat MBG. Sebagai contoh, CPIN meraih kenaikan penjualan neto 19,24% year on year (yoy) menjadi Rp 39,42 triliun pada semester I-2026. Laba bersih CPIN juga melesat 95,26% yoy menjadi Rp 3,71 triliun.

Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI), Reza Priyambada menyebut, investor perlu memperhatikan pola pembayaran dari pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada emiten poultry sebagai pemasok bahan baku MBG. Sebab, hal ini akan memengaruhi kelancaran arus kas emiten sektor tersebut.

Di sisi lain, masih ada beberapa risiko yang harus diantisipasi emiten poultry. Di antaranya, volatilitas harga bahan baku pakan, pergerakan kurs rupiah yang berdampak pada aktivitas impor pakan ternak, serta efisiensi jalur logistik dan rantai pendingin.

Reza menyarankan investor mencermati saham CPIN, JPFA, MAIN dan SIPD.

Adapun target harga masing-masing emiten itu di level Rp 3.750, Rp 2.800, Rp 765 dan Rp 950 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×