kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bursa Komoditi & Derivatif Indonesia (ICDX) akan rilis 9 kontrak komoditas baru


Rabu, 16 Oktober 2019 / 22:44 WIB
Bursa Komoditi & Derivatif Indonesia (ICDX) akan rilis 9 kontrak komoditas baru
ILUSTRASI. Volume Transaksi Meningkat ICDX Gencar Luncurkan Kontrak Investasi Baru

Reporter: Yasmine Maghfira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Komoditi dan Derivatif indonesia alias Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) berencana menerbitkan 10 kontrak jenis komoditas baru. Namun, ICDX akan menerbitkan sembilan kontrak terlebih dahulu di kuartal IV tahun 2019.

Anang E. Wicaksono, Manager Learning Center Indonesia Commodity and Derivative Exchange menyampaikan pihaknya akan menerbitkan kontrak untuk delapan jenis kontrak baru serta satu kontrak revitalisasi minyak mentah (crude oil).

Baca Juga: Bappebti akan bentuk lembaga pengelola sentra dana berjangka, ini komentar pialang

Sementara, satu kontrak komoditas baru lain masih dalam proses perizinan. 

"Jadi, kami akan rilis 10 kontrak baru. Namun, yang bisa realisasi di kuartal IV ini kemungkinan ada delapan komoditas baru, plus satu kontrak crude oil," kata Anang kepada Kontan, Rabu (16/10).

Lebih lanjut, Anang menjelaskan bahwa untuk kontrak crude oil nantinya akan ada beberapa varian kontrak baru. Jadi, pelaku pasar bisa mendapat berbagai pilihan mengenai kontrak minyak mentah ICDX. Sementara, untuk rincian kontrak lain belum bisa dipaparkan karena masih proses di Bappebti. 

Selain itu, ia mengatakan bahwa kontrak baru ICDX merupakan kontrak bersistem multilateral. Sebab, jika membicarakan produk bursa berarti yang dimaksud adalah kontrak multilateral. Sementara, jika kontrak bilateral atau Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) bersifat registrasi data (register).

Baca Juga: Bappebti bakal buat reksadana ala bursa berjangka

Anang menambahkan, alasan ICDX menerbitkan kontrak-kontrak yang sedang disiapkan tersebut dikarenakan momentumnya sedang tepat. Sebagai contoh, kontrak crude oil direvitalisasi karena tingginya permintaan untuk sarana lindung nilai (hedging) atau sekadar spekulatif dari pelaku investor terhadap kontrak tersebut.

Ada pula faktor pertumbuhan industri komoditas yang relatif stagnan selama lima tahun terakhir. 

Research and Develipment ICDX Jericho Bierre juga memaparkan bahwa pengembangan kontrak barucrude oil ICDX tersebut nantinya ingin menyasar pelaku usaha yang memiliki kebutuhan atas mitigasi risiko dari fluktuasi minyak mentah global.

Lebih lanjut, Jericho berkata dari kontrak minyak mentah tersebut ICDX juga akan menargetkan investor ritel yang berminat mencari alternatif investasi.

Baca Juga: Tanggapan Bukalapak terkait peraturan perdagangan emas digital

Sementara itu, sepanjang Januari sampai September 2019, ICDX mencatatkan kenaikan volume transaksi yang cukup signifikan sebanyak 52,67% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018. Pertumbuhan volume transaksi tersebut merupakan hasil dari kontrak multilateral yang ada di ICDX.

Jericho memaparkan kontrak yang paling digemari sampai kuartal III 2019 didominasi oleh Foreign Exchange (Forex). Penyebabnya adalah terdapat beragam sentimen pasar pada kuartal ketiga kemarin.

Beberapa diantaranya adalah perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, kemudian isu Brexit, dan isu global lainnya yang pada akhirnya sempat memberi tekanan pada mata uang Euro ataupun Dollar AS.

Baca Juga: Bappebti terbitkan aturan perdagangan emas digital di bursa berjangka

Sehingga menimbulkan fluktuasi pasar yang cukup volatile dan tercermin dari peningkatan perdagangan kontrak Forex mulitilateral ICDX yang naik 33,37% dibandingkan kuartal sebelumnya di tahun 2019.

Sementara, kontrak pasangan mata uangan yang memiliki pertumbuhan transaksi paling tinggi adalah EUR/USD.




TERBARU

Close [X]
×