kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.807.000   -30.000   -1,06%
  • USD/IDR 17.011   20,00   0,12%
  • IDX 7.074   -23,25   -0,33%
  • KOMPAS100 975   -1,31   -0,13%
  • LQ45 717   -2,00   -0,28%
  • ISSI 251   1,50   0,60%
  • IDX30 389   -2,02   -0,52%
  • IDXHIDIV20 490   0,67   0,14%
  • IDX80 110   0,10   0,09%
  • IDXV30 136   1,54   1,15%
  • IDXQ30 127   -0,66   -0,51%

Bursa Asia Mixed Pada Rabu (24/1) Pagi, Investor Berharap Bursa China Rebound


Rabu, 24 Januari 2024 / 08:30 WIB
Bursa Asia Mixed Pada Rabu (24/1) Pagi, Investor Berharap Bursa China Rebound
ILUSTRASI. Bursa Asia bergerak variasi (mixed) pada perdagangan Rabu (24/1) pagi.REUTERS/Issei Kato


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia bergerak variasi (mixed) pada perdagangan Rabu (24/1) pagi, dengan mayoritas indeks melemah. Pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 turun 184,22 poin atau 0,51% ke 36.330,72, Hang Seng naik 248,47 poin atau 1,62% ke 15.602,45, Taiex naik 23,40 poin atau 0,13% ke 17.888,96, Kospi turun 17,11 poin atau 0,69% ke 2.461,41, ASX 200 turun 1,14 poin atau 0,02% ke 7.518,80, Straits Times turun 3,60 poin atau 0,13% ke 3.131,69 dan FTSE Malaysia naik 4,39 poin atau 0,29% ke 1.500,50.

Bursa Asia bergerak mixed, investor berharap sesi positif di China, sementara bursa Jepang melemah.

Mengutip Bloomberg, saham di bursa Jepang turun setelah nada hawkish dari Bank of Japan. Gubernur Bank of Japan Gazuo Ueda mengatakan bahwa kepastian pencapaian proyeksi BoJ terus meningkat secara bertahap.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Pada Selasa (23/1) Pagi

Di sisi lain, sebagian besar saham telah kebal terhadap peringatan Federal Reserve bahwa penurunan suku bunga masih jauh. Namun beberapa pelaku pasar di Wall Street mulai bertanya apakah reli akan bertahan seperti ini di tengah taruhan penurunan suku bunga pada Maret.

"Kegembiraannya sudah hilang saat ini dan semua orang sedikit sadar setelah pesta pivot," kata Emily Roland, Co-Chief investment strategigst John Hancock Investment seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, suasana di China lebih suram karena ketidakpastian terhadap prospek ekonomi menyebabkan pasar saham jatuh. Aksi jual terhenti pada Selasa, setelah ada laporan bahwa Beijing sedang mempertimbangkan paket penyelamatan pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×