kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bursa Asia Mixed Pada Rabu (26/7) Pagi, Investor Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed


Rabu, 26 Juli 2023 / 08:21 WIB
Bursa Asia Mixed Pada Rabu (26/7) Pagi, Investor Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
ILUSTRASI. Bursa Asia bergerak variasi (mixed) pada perdagangan Rabu (26/7) pagi. (Photo by Yoshio Tsunoda/AFLO)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia bergerak variasi (mixed) pada perdagangan Rabu (26/7) pagi. Pukul 08.17 WIB, indeks Nikkei 225 turun 140,21 poin atau 0,43% ke 32.542,20, Kospi turun 19,62 poin atau 0,72% ke 2.617,60, ASX 200 naik 13,23 poin atau 0,18% ke 7.352,90, Straits Timesturun 2,03 poin atau 0,035 ke 3.285,64 dan FTSE Malaysia naik 4,07 poin ata 0,31% ke 1.441,19.

Bursa Asia mixed karena investor menanti keputusan suku bunga Federal Reserve.

Mengutip Bloomberg, saham di Jepang turun, sementara indeks di Korea Selatan berfluktuasi. Sedangkan bursa di Australia naik.

Baca Juga: Bursa Asia Menghijau pada Selasa (25/7), Terdorong Kebijakan Ekonomi China

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin dalam pertemuan kebijakan Rabu pekan ini. 

Ann Miletti, kepala eksekutif Allspring Global Investment mengatakan, data ekonomi yang ada masih membuat pejabat The Fed sedikit gugup, meskipun jumlahnya menunjukkan segala hal telah berjalan ke arah yang benar.

"Mereka masih takut jika mereka melepaskan tekanan terlalu dini, keadaan bisa kembali ke arah yang berlawanan," katanya seperti dikutip Bloomberg.

Baca Juga: Bursa Asia Ditutup Mixed pada Senin (24/7) di Tengah Rilis Data PMI Sejumlah Negara

Sementara itu, saham di China menguat setelah pertemuan Politbiro pada Senin. Investor menanti Beijing memberikan dukungan yang lebih nyata bagi ekonomi di tengah kekhawatiran bahwa kendala utang dan demografi akan membebani pertumbuhan.

China mencopot menteri luar negerinya setelah tujuh bulan menjabat pasca menghilang dari publik pada Juni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×