kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Bursa Asia Mixed Pada Jumat (26/1), Mayoritas Indeks Melemah


Jumat, 26 Januari 2024 / 08:27 WIB
Bursa Asia Mixed Pada Jumat (26/1), Mayoritas Indeks Melemah
ILUSTRASI. Bursa Asia bergerak mixed pada perdagangan Jumat (26/1) pagi, dengan mayoritas indeks turun. REUTERS/Issei Kato


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia bergerak mixed pada perdagangan Jumat (26/1) pagi, dengan mayoritas indeks turun. Pukul 08.22 IWB, indeks Nikkei 225 turun 228,16 poin atau 0,67% ke 35.991,35, Hang Seng turun 53,24 poin atau 0,33% ke 16.158,72, Taiex turun 55,81 poin atau 0,31% ke 17.955,13, Kospi naik 23,23 poin atau 0,93% ke 2.493,27, Straits Times naik 9,19 poin atau 0,29% ke 3.157,18 dan FTSE Malaysia turun 0,85 poin atau 0,06% ke 1.503,25.

Mayoritas Bursa Asia turun di tengah penurunan saham China, di tengah spekulasi bahwa upaya terbaru dari Beijing akan mendukung perekonomian dan menghambat apsar saham.

Mengutip Bloomberg, perusahaan konsultan yang berbasis di New York, Teneo ragu tentang kemungkinan paket penyelamatan big bang untuk pasar saham.

Baca Juga: Bursa Asia Bergerak Variasi Pada Kamis (25/1) Pagi

Sementara itu, Wall Street naik, dan S&P 500 naik ke rekor tertinggi sepanjang masa didukung data PDB AS yang lebih kuat dari perkiraan. Ini memperkuat prospek korporasi AS.

Inflasi yang sejalan dengan target The Fed yakni 2%, dipandang oleh banyak orang sebagai sinyal yang menggembirakan.

"Tidak ada kekhawatiran resesi di sini, dan yang lebih baik lagi, kami tidak melihat adanya ledakan kenaikan inflasi yang digunakan dalam perhitungan PDB," kata Charles Hepworth, direktur investasi di GAM Investments.

Pertumbuhan yang lebih kuat tanpa inflasi adalah hal yang diinginkan semua orang."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×