kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Bukan lembaga keuangan,nasabah GTIS tak dilindungi


Rabu, 06 Maret 2013 / 10:13 WIB
ILUSTRASI. Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar turun dari jet tempur F-16 Angkatan Udara Turki, setelah mendarat di Istanbul, Turki, 22 September 2018. REUTERS/Umit Bektas.


Reporter: Dina Farisah, Wahyu Tri Rahmawati, Mona Tobing

Praktik investasi yang merugikan masyarakat terus saja terjadi. Yang terbaru mulai dari GTIS, Raihan Jewelry atau yang sudah cukup lama, Koperasi Langit Biru dan sebagainya. Otoritas Jasa Kuangan (OJK) sudah menyiapkan sistem perlindungan nasabah agar tidak merugi dalam berinvestasi. Namun, perlindungan itu tidak berlaku terhadap nasabah GTIS dan sejenisnya.

Sri Rahayu Widodo, Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, menegaskan otoritas hanya untuk melindungi konsumen di berbagai lembaga jasa keuangan. Ini terdiri dari nasabah perbankan, investor pasar modal, peserta dana pensiun dan asuransi, hingga debitur perusahaanmultifinance.

Sedangkan nasabah GTIS, Raihan, Langit Biru dan lain-lain tidak mendapat perlindungan. Sesuai undang-undang, perusahaan-perusahaan tersebut bukan lembaga keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×