kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.692   106,00   0,60%
  • IDX 6.470   -252,94   -3,76%
  • KOMPAS100 857   -36,42   -4,08%
  • LQ45 638   -20,24   -3,08%
  • ISSI 234   -8,69   -3,58%
  • IDX30 362   -9,46   -2,55%
  • IDXHIDIV20 447   -8,52   -1,87%
  • IDX80 98   -3,74   -3,67%
  • IDXV30 127   -3,03   -2,34%
  • IDXQ30 117   -2,38   -2,00%

Pergantian Pengendali Emiten Marak Kuartal II-2026, Investor Harus Cermat


Senin, 18 Mei 2026 / 10:46 WIB
Pergantian Pengendali Emiten Marak Kuartal II-2026, Investor Harus Cermat
ILUSTRASI. Pergantian pengendali 6 emiten picu harapan cuan, tapi waspadai risiko spekulasi. Analis ungkap pemicu kenaikan harga saham dan jebakan investor. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten dari berbagai sektor tercatat melakukan aksi korporasi berupa perubahan pemegang saham pengendali pada kuartal II-2026. Fenomena ini menjadi perhatian pelaku pasar karena dinilai dapat memengaruhi arah bisnis, valuasi, hingga pergerakan harga saham emiten terkait.

Catatan Kontan menunjukkan, setidaknya ada enam emiten yang melakukan pergantian pengendali, yakni PT Dua Putra Utama Makmur Tbk, PT Mitra Adiperkasa Tbk, PT Pinago Utama Tbk, PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk, PT Ekamas Mora Republik Tbk, dan PT Hassana Boga Sejahtera Tbk.

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, mengatakan pergantian pengendali pada emiten umumnya menjadi sentimen penting bagi pasar. Pasalnya, perubahan tersebut biasanya diikuti dengan strategi bisnis baru, restrukturisasi permodalan, arah ekspansi, hingga perbaikan tata kelola perusahaan.

Dalam jangka pendek, pasar cenderung memberikan respons positif apabila pengendali baru memiliki rekam jejak kuat, kapasitas pendanaan besar, maupun potensi sinergi bisnis baru.

"Namun efeknya tidak selalu otomatis positif karena investor juga akan menilai valuasi, tujuan akuisisi, serta keberlanjutan fundamental emiten tersebut," kata Elandry kepada Kontan, Minggu (17/5/2026).

Baca Juga: Enam Emiten Ganti Pengendali, Dua Saham Ini Dinilai Menarik Dicermati

Menurut Elandry, pergantian pengendali berpotensi menjadi katalis kenaikan harga saham apabila pasar melihat adanya peluang perbaikan operasional, efisiensi, ekspansi bisnis, maupun aksi korporasi lanjutan. Selain itu, adanya mandatory tender offer (MTO) juga kerap menciptakan premium harga dibanding harga pasar sehingga memicu spekulasi jangka pendek pada saham terkait.

Tidak hanya itu, pasar juga sering mengaitkan pergantian pengendali dengan potensi backdoor listing. Skema ini terjadi ketika perusahaan tertutup masuk ke bursa melalui emiten yang sudah tercatat, sehingga perubahan pengendali tidak sekadar pergantian pemegang saham, melainkan transformasi total model bisnis perusahaan.

Salah satu contoh yang sering menjadi referensi pasar adalah transformasi PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. Emiten tersebut sebelumnya dikenal bergerak di industri kaleng sebelum akhirnya berubah menjadi kendaraan pengembangan kawasan PIK2 setelah masuknya grup pengendali baru.

Kasus seperti ini biasanya menarik perhatian besar investor karena memunculkan harapan adanya lonjakan valuasi dan pertumbuhan bisnis yang jauh berbeda dibanding bisnis lama emiten.

Meski demikian, investor tetap perlu berhati-hati. Elandry menilai ekspektasi backdoor listing sering kali memicu kenaikan harga saham yang sangat spekulatif. Tidak semua emiten yang berganti pengendali berhasil melakukan transformasi bisnis secara efektif.

Dalam beberapa kasus, valuasi saham sudah naik terlalu tinggi sebelum fundamental baru benar-benar terealisasi. Kondisi tersebut meningkatkan risiko apabila proyek, pendanaan, atau kinerja perusahaan tidak berjalan sesuai ekspektasi pasar.

Oleh karena itu, investor perlu mencermati sejumlah faktor utama, mulai dari profil dan reputasi pengendali baru, tujuan akuisisi dan arah bisnis pasca-akuisisi, potensi backdoor listing atau perubahan lini usaha utama, potensi dilusi maupun aksi korporasi lanjutan, hingga kondisi fundamental dan valuasi emiten.

Selain itu, likuiditas saham dan tingkat free float pasca-perubahan kontrol juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan investor.

"Dalam kondisi pasar saat ini, saya melihat saham-saham dengan pengendali baru lebih cocok diperdagangkan secara trading opportunistic dibanding investasi jangka panjang, kecuali jika memang terlihat jelas adanya transformasi fundamental yang kuat dan terukur," tambah Elandry.

Baca Juga: Tinggalkan Level 6.500, IHSG Ambruk 4,31% ke 6.433, Pukul 10.OO WIB, Senin (18/5)

Senada, Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, mengatakan pelaku pasar perlu mencermati dampak aksi korporasi tersebut terhadap fundamental perusahaan karena nantinya akan memengaruhi valuasi perusahaan maupun harga saham.

Di sisi lain, Reza juga mengingatkan adanya potensi aksi spekulatif di pasar. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan aksi korporasi dimanfaatkan pihak tertentu untuk membuat harga saham menjadi lebih fluktuatif.

"Kondisi ini yang harus diwaspadai oleh para pelaku pasar lainnya," tambah Reza.

Untuk rekomendasi, Elandry lebih positif terhadap emiten yang pergantian pengendalinya berpotensi memperkuat ekspansi bisnis dan pendanaan, khususnya emiten dengan aset operasional jelas serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang realistis.

Sementara itu, untuk saham dengan likuiditas tipis atau valuasi yang sudah terlalu tinggi akibat spekulasi backdoor listing, investor disarankan lebih disiplin dalam menerapkan profit taking dan manajemen risiko.

Dalam skenario optimistis, saham-saham tersebut berpotensi mengalami kenaikan sekitar 20% hingga 50% dalam jangka pendek maupun menengah. Namun, pergerakan selanjutnya tetap sangat bergantung pada fundamental perusahaan serta arah bisnis pengendali baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×