CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Bitcoin Koreksi Jelang FOMC, Analis Ungkap Level Penting hingga Akhir 2026


Jumat, 11 September 2026 / 15:48 WIB
Bitcoin Koreksi Jelang FOMC, Analis Ungkap Level Penting hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. Pasar aset kripto memasuki periode penuh perhatian menjelang keputusan suku bunga The Fed pada pertemuan FOMC pertengahan September 2026.? (Dok/Octa)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar aset kripto memasuki periode penuh perhatian menjelang keputusan suku bunga The Fed pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pertengahan September 2026.

Investor kini mencermati sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi menentukan arah Bitcoin, Ethereum, dan aset kripto lainnya hingga akhir tahun.

Koreksi harga yang terjadi sepanjang pekan ini dinilai masih bersifat jangka pendek seiring meningkatnya sikap hati-hati investor. Kondisi tersebut belum menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa pasar kripto tengah memasuki tren bearish jangka panjang.

Sentimen pasar salah satunya dipengaruhi oleh data ketenagakerjaan AS yang mencatat penambahan 162.000 pekerjaan pada Agustus serta kenaikan Indeks Harga Produsen (PPI) sebesar 0,4%.

Data ekonomi yang relatif solid tersebut turut mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed. CME FedWatch mencatat peluang sebesar 58,4% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke rentang 3,75%–4,00%.

Baca Juga: Bitcoin dan Ethereum Masih Tertekan, Ini Proyeksi Harganya hingga Akhir 2026

CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis menilai tekanan terhadap harga aset kripto saat ini belum disertai dengan penarikan dana institusional secara masif.

Hal tersebut terlihat dari arus masuk (inflow) ke produk exchange-traded fund (ETF) spot Bitcoin dan Ethereum di Amerika Serikat yang masih relatif stabil.

"Tren pelemahan saat ini kemungkinan besar bersifat sementara dan sangat tergantung pada hasil FOMC, bukan sinyal awal dari tren bearish jangka panjang," ujar Yudhono kepada Kontan, Jumat (11/9).

Menurut dia, pasar kripto berpotensi kembali menguat apabila bank sentral AS memberikan sinyal pelonggaran kebijakan (dovish) atau memilih mempertahankan suku bunga. Kondisi tersebut dapat membuka peluang pemulihan (rebound) harga aset kripto menjelang akhir 2026.

Altcoin Mulai Dilirik Investor

Selain Bitcoin dan Ethereum, sejumlah altcoin dinilai memiliki katalis masing-masing yang berpotensi menarik perhatian investor.

Yudhono menyebut Zcash (ZEC), misalnya, berpotensi mendapatkan sentimen positif setelah adanya pencatatan produk investasi di NYSE Arca. Sementara itu, Uniswap (UNI) mendapat dukungan dari perkembangan ekosistem decentralized finance (DeFi).

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.611 Per Dolar AS Hari Ini (11/9), Terlemah di Asia

Adapun Solana (SOL) dan Hedera (HBAR) dinilai memiliki katalis dari semakin berkembangnya adopsi jaringan oleh korporasi.

Meski demikian, pergerakan pasar kripto masih menunjukkan dominasi Bitcoin. Pangsa pasar Bitcoin masih berada di level 59%, sedangkan Indeks Altcoin Season berada di angka 40-an.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat investor masih cenderung terkonsentrasi pada aset kripto utama dibandingkan altcoin.

"Di tengah volatilitas seperti sekarang, investor disarankan tidak terlalu reaktif terhadap pergerakan harga harian, melainkan fokus pada gambaran besar seperti arah kebijakan The Fed, data ekonomi, dan arus dana institusional lewat ETF," tutur Yudhono.

Untuk mengelola risiko di tengah volatilitas pasar, strategi dollar-cost averaging (DCA) dan penerapan disiplin stop loss dinilai dapat menjadi pilihan bagi investor.

Proyeksi Harga Bitcoin hingga Akhir 2026

Memasuki akhir 2026, Yudhono menyoroti level US$80.000–US$90.000 sebagai area penting yang perlu diperhatikan pada pergerakan harga Bitcoin.

Jika Bitcoin mampu menembus sekaligus mempertahankan level tersebut, harga aset kripto terbesar di dunia itu berpotensi melanjutkan penguatan menuju kisaran US$100.000 hingga US$120.000 dalam skenario optimistis.

Baca Juga: Era Graharealty (IPAC) Siap Delisting, Pengendali Ajukan Tender Rp 250 per Saham

Sebaliknya, risiko koreksi masih terbuka apabila level support US$67.000 ditembus. Dalam kondisi tersebut, harga Bitcoin diperkirakan dapat mencari pijakan berikutnya pada kisaran US$60.000–US$62.000.

Proyeksi Harga Ethereum

Sementara itu, Ethereum diproyeksikan bergerak dalam rentang US$2.200–US$3.200 pada skenario moderat hingga akhir 2026.

Ethereum masih memiliki peluang untuk mendekati level US$4.000 apabila arus masuk dana ke produk ETF terus menunjukkan penguatan.

Adapun dalam skenario konservatif, batas bawah pergerakan Ethereum diperkirakan berada di kisaran US$2.000–US$3.000 per ETH.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×