CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Bitcoin dan Ethereum Masih Tertekan, Ini Proyeksi Harganya hingga Akhir 2026


Jumat, 11 September 2026 / 15:22 WIB
Bitcoin dan Ethereum Masih Tertekan, Ini Proyeksi Harganya hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. Peluang pemulihan Bitcoin, Ethereum, dan sejumlah aset kripto besar masih terbuka hingga akhir 2026,  (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan pasar global masih membayangi pergerakan aset kripto utama dalam sepekan terakhir. Meski demikian, peluang pemulihan Bitcoin, Ethereum, dan sejumlah aset kripto besar masih terbuka hingga akhir 2026, terutama jika sentimen suku bunga dan arus dana institusional mulai membaik.

Mengutip data CoinMarketCap pada Jumat (11/9/2026) pukul 14.53 WIB, mayoritas aset kripto utama masih berada dalam tren koreksi selama tujuh hari terakhir. Bitcoin (BTC) berada di level US$77.193,50 atau turun 4,36%. Ethereum (ETH) tercatat US$2.465,56 atau melemah 1,59%, sedangkan Solana (SOL) terdepresiasi 3,83% menjadi US$99,74.

Analis Reku Andri Fauzan mengatakan, tekanan terhadap pasar kripto dalam sepekan terakhir terutama dipengaruhi oleh sentimen makroekonomi. Salah satunya adalah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam pertemuan 16 September yang telah menembus kisaran 60%–70%.

Tekanan tersebut semakin kuat seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS), peningkatan harga minyak yang memunculkan kembali kekhawatiran inflasi, arus keluar (outflow) ETF Bitcoin, aksi ambil untung atau profit-taking, hingga gelombang likuidasi posisi long di pasar futures.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.611 Per Dolar AS Hari Ini (11/9), Terlemah di Asia

Kendati demikian, Andri menilai tekanan jangka pendek tersebut belum serta-merta mengindikasikan bahwa pasar kripto akan terus melemah hingga penghujung tahun.

"Prospek beberapa mata uang kripto utama hingga akhir tahun masih memiliki peluang untuk pulih dan tidak otomatis melanjutkan tren pelemahan," ujar Andri kepada Kontan, Jumat (11/9).

Ia menambahkan, sejumlah faktor struktural masih berpotensi menjadi penopang pasar kripto. Di antaranya aksi buyback Treasury, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal AS, serta potensi adanya kejelasan regulasi yang lebih baik.

Menurut Andri, apabila The Fed mengambil kebijakan yang tidak terlalu agresif dan arus masuk (inflow) ETF kembali positif, peluang pemulihan Bitcoin dan Ethereum akan semakin terbuka.

Bitcoin, Ethereum, dan Solana

Dalam kondisi pasar yang masih volatil, Bitcoin dinilai tetap menjadi aset kripto utama yang menarik untuk dicermati. Bitcoin memiliki daya tahan sebagai store-of-value serta didukung likuiditas institusional yang relatif kuat.

Sementara itu, Ethereum dinilai layak diperhatikan karena berpotensi mencatatkan kinerja lebih baik ketika terjadi rotasi menuju aset berisiko. Adapun altcoin berkapitalisasi besar seperti Solana dinilai lebih sesuai untuk strategi yang bersifat spekulatif.

Baca Juga: Era Graharealty (IPAC) Siap Delisting, Pengendali Ajukan Tender Rp 250 per Saham

Untuk menghadapi volatilitas pasar, Andri menyarankan investor tidak mengambil keputusan secara agresif dan menerapkan strategi akumulasi secara bertahap.

"Strategi investor di tengah volatilitas saat ini adalah tetap disiplin: akumulasi bertahap (DCA) di level support jika terjadi koreksi lebih lanjut, jangan all-in di kondisi ragu, lakukan partial profit-taking pada saat rebound, dan selalu sisakan cash," kata Andri.

Proyeksi Harga Bitcoin dan Ethereum hingga Akhir 2026

Untuk prospek hingga akhir 2026, Andri memperkirakan Bitcoin berada pada skenario dasar atau base case di kisaran US$90.000–US$110.000 per BTC.

Dalam skenario koreksi yang lebih dalam, Bitcoin diperkirakan masih berpotensi bergerak menuju kisaran US$70.000–US$80.000. Sementara dalam skenario optimistis, harga Bitcoin berpeluang menembus level US$115.000 per BTC.

Adapun Ethereum diproyeksikan berada pada kisaran US$3.000–US$3.800 per ETH dalam skenario base case.

Sementara itu, pergerakan altcoin berkapitalisasi besar diperkirakan masih akan mengikuti arah Bitcoin, tetapi dengan tingkat volatilitas yang lebih tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×