kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   6.000   0,20%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Biaya Transaksi Kripto Turun 50% Maret 2026: Investor Untung Besar!


Sabtu, 28 Februari 2026 / 04:05 WIB
Biaya Transaksi Kripto Turun 50% Maret 2026: Investor Untung Besar!


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kabar gembira untuk para investor kripto di tanah air. Biaya transaksi kripto di dalam negeri semakin murah mulai Maret 2026.

Ekosistem perdagangan aset kripto di Indonesia memasuki babak baru mulai 1 Maret 2026. Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX) resmi memangkas biaya transaksi bursa sebesar 50 persen, dari sebelumnya 0,04 persen menjadi 0,02 persen.

Tak berhenti di situ, CFX juga telah menjadwalkan pemangkasan lanjutan pada 1 Oktober 2026 menjadi 0,01 persen. Strategi ini dinilai sebagai langkah agresif untuk memperkuat daya saing industri aset kripto nasional di tengah ketatnya persaingan dengan platform luar negeri.

Strategi Efisiensi untuk Rebut Likuiditas

Kebijakan ini mendapat respons positif dari pelaku industri. CEO Indodax William Sutanto menilai efisiensi struktur biaya menjadi faktor kunci bagi keberlanjutan industri aset kripto dalam jangka panjang.

Menurut William, salah satu tantangan utama industri kripto domestik adalah struktur biaya yang relatif lebih mahal dibandingkan platform luar negeri. Kondisi tersebut mendorong sebagian konsumen Indonesia memilih bertransaksi di platform luar negeri yang belum tentu berizin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Struktur biaya yang lebih efisien dan kompetitif merupakan angin segar bagi industri aset kripto karena dapat mendorong frekuensi transaksi yang lebih tinggi. Hal tersebut juga berpotensi menarik kembali konsumen yang selama ini bertransaksi di luar negeri,” ujar William, Jumat (27/2/2026).

Dalam jangka panjang, langkah ini diyakini mampu memperdalam likuiditas pasar domestik sekaligus meningkatkan daya saing ekosistem kripto Indonesia di level global.

Tonton: Kemenkeu Sebut Anggaran Pembelian Mobil dari India Berasal dari Utang

Studi UI: Volume Transaksi ke Luar Negeri 2,6 Kali Lebih Besar

Temuan studi dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menunjukkan potensi besar capital outflow dari industri kripto nasional.

Dalam studi tersebut, volume perdagangan oleh konsumen Indonesia melalui platform luar negeri yang tidak berizin tercatat mencapai 2,6 kali lipat lebih besar dibandingkan transaksi melalui platform berizin di Indonesia.

Data ini menjadi indikator adanya ketimpangan biaya dan daya saing antara platform domestik dan luar negeri. Karena itu, penurunan biaya transaksi dinilai sebagai insentif penting untuk mengembalikan arus transaksi ke dalam negeri.

Tonton: Alfamart Respons Wacana Pembatasan: Tetap Ekspansi Selama Diizinkan

Respons Ajaib: Bagian dari Dinamika Industri

Direktur Utama PT Kagum Teknologi Indonesia (Ajaib), Adrian Sudirgo, menyatakan bahwa penyesuaian struktur biaya merupakan bagian dari dinamika industri yang terus berkembang.

“Dalam ekosistem yang semakin kompetitif, penyesuaian biaya merupakan salah satu strategi yang dapat dipertimbangkan oleh pelaku industri. Pada akhirnya, perkembangan ini diharapkan memberikan manfaat bagi konsumen serta mendorong pertumbuhan industri yang lebih sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bursa Kripto CFX Subani menegaskan bahwa kebijakan ini tidak semata untuk menciptakan biaya lebih murah, tetapi juga untuk membangun pangsa pasar yang lebih besar.

Sebagai bursa aset kripto berizin di Indonesia, CFX ingin meningkatkan volume transaksi domestik sehingga industri ini mampu memberi kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional, termasuk melalui peningkatan penerimaan pajak.

Baca Juga: Nasib IHSG dan Arus Dana Asing Pasca Peringatan Lembaga Pemeringkat Global

Data OJK: Transaksi Kripto Tembus Rp 482,23 Triliun

Dari sisi kinerja industri, data OJK mencatat nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp 482,23 triliun sepanjang 2025. 

Jumlah konsumen aset kripto juga terus bertambah dan tercatat mencapai 12,92 juta per akhir Desember 2025.

Capaian tersebut menunjukkan skala pasar kripto domestik yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Dari sisi global, laporan Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025 menempatkan Indonesia di peringkat ketujuh dunia dalam adopsi aset kripto. Posisi ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap aset digital sekaligus peluang besar bagi penguatan industri dalam negeri.

Dengan latar belakang tersebut, pemangkasan biaya transaksi oleh CFX menjadi salah satu katalis penting dalam upaya memperkuat daya saing industri kripto nasional, meningkatkan likuiditas, serta menekan potensi aliran dana ke luar negeri.


 

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/02/27/192600026/mulai-maret-2026-biaya-transaksi-kripto-cfx-turun-jadi-0-02-persen?page=all#page2.


 

Riva Siahaan Divonis 9 Tahun Penjara: Kasus Korupsi Minyak Pertamina Terungkap

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×