Reporter: Dimas Andi | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta.Pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona hijau pada awal Juni 2026. Investor perlu mencermati sejumlah saham berikut yang akan cum dividen mulai hari ini, Rabu 3 Juni 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa 2 Juni 2026 ditutup di level 6.195,43 naik 1,11% atau 68,05 poin secara harian. Kenaikan ini merupakan awal yang positif karena pada Mei 2026, IHSG tertekan hingga turun tajam, lebih dari 11%.
Sementara itu, cum dividen adalah periode akhir suatu saham mengandung dividen. Investor yang ingin mendapatkan dividen harus membeli saham tersebut paling lambat saat cum dividen dan menyimpannya hingga tanggal pencatatan.
Sejumlah emiten saham dijadwalkan melaksanakan cum dividen tunai pada akhir Mei hingga awal Juni 2026, mulai dari saham batu bara, BUMN, perbankan, hingga consumer goods.
Pembayaran dividen akan berlangsung pada Juni 2026.
Baca Juga: Ada Peluang Rupiah Bergerak Menguat Terbatas, Cek Sentimennya
Daftar saham cum dividen akhir Mei-awal Juni 2026
Saat perdagangan Rabu (3/6/2026), terdapat 13 emiten yang memasuki masa cum dividen tunai. Mereka antara lain:
- INTP: Rp468
- KLBF: Rp20
- MYOH: Rp64,31
- RMKE: Rp30
- KINO: Rp45
- EMTK: Rp5
- SCMA: Rp12
Tonton: BI Tambah Utang Jangka Pendek, Pasar Mulai Waspada
Saham dengan dividend yield menarik
Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su mengatakan daya tarik utama saham dividen biasanya diukur dari dividend yield.
Menurutnya, beberapa emiten menawarkan potensi yield di atas rata-rata pasar yang berada di kisaran 3%-5%.
Salah satu emiten yang menawarkan yield dividen tinggi adalah INTP yang mencapai di atas 9%. Jumlah itu 4x lipat bunga deposito rupiah di bank umum yang saat ini hanya 2%-an.
Tonton: Pasar Kerja AS Kokoh, Kebijakan The Fed Jadi Sorotan Pasar
Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan musim pembagian dividen dapat menjadi sentimen positif bagi pasar saham.
Namun, menurutnya, faktor arus dana asing, rebalancing MSCI dan FTSE, serta pergerakan rupiah masih menjadi faktor dominan bagi arah IHSG.
Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengingatkan investor agar tidak membeli saham hanya karena mendekati cum date.
Menurutnya, harga saham umumnya berpotensi turun saat ex-date setidaknya sebesar nilai dividen teoritis.
Investor disarankan memilih saham dengan fundamental kuat, likuiditas baik, dan rekam jejak pembagian dividen yang konsisten.
Untuk strategi trading jangka pendek, Harry menyarankan investor mulai membeli saham incaran sekitar dua minggu hingga tujuh hari sebelum cum date.
Di sisi lain, investor juga diminta mewaspadai potensi dividend trap, terutama pada saham dengan prospek bisnis melemah namun menawarkan dividend yield tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













