kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

OJK Catat Nilai Transaksi Kripto Turun 12,22% pada Desember 2025


Jumat, 09 Januari 2026 / 11:54 WIB
OJK Catat Nilai Transaksi Kripto Turun 12,22% pada Desember 2025
ILUSTRASI. FINTECH-CRYPTO/LEVERAGE (REUTERS/Dado Ruvic) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat adanya pelemahan aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia pada Desember 2025. ?


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat adanya pelemahan aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia pada Desember 2025. 

Nilai transaksi kripto nasional tercatat mengalami penurunan secara bulanan, meski secara tahunan kinerja pasar kripto masih terjaga.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi menyampaikan, nilai transaksi aset kripto pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp 32,68 triliun. 

Baca Juga: Rupiah Spot Melemah Lagi Jumat (9/1/2026) Siang, Tembus Rp 16.836 per Dolar AS

Angka tersebut turun 12,22% month-to-month (mtm) dibandingkan posisi November 2025 yang mencapai Rp 37,23 triliun. Pelemahan transaksi ini mencerminkan dinamika pasar kripto menjelang akhir tahun.

Meski demikian, dari sisi jumlah investor, pasar aset kripto nasional masih menunjukkan tren pertumbuhan. 

Hingga November 2025, jumlah investor aset kripto di Indonesia tercatat mencapai 19,56 juta, meningkat 2,5% dibandingkan Oktober 2025 yang berada di angka 19,08 juta investor.

Secara kumulatif, nilai transaksi aset kripto sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai Rp 482,23 triliun.

"Hal ini menunjukkan bagaimana kepercayaan konsumen dan juga kondisi pasar aset kripto nasional tetap terjaga dengan baik," jelas Hasan dalam Konferensi Pers RDK Bulanan Desember 2025, Jumat (9/1/2026)

Di tengah volatilitas pasar global dan fluktuasi harga aset digital, ekosistem kripto di Indonesia dinilai tetap terjaga dengan dukungan basis konsumen yang terus bertambah.

Baca Juga: IHSG Menguat 0,39% ke 8.960 di Sesi I Jumat (9/1), MEDC, AMMN, BUMI Top Gainers LQ45

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×