kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Berniat IPO, Brantas Abipraya bidik Rp 3 triliun


Rabu, 21 Juni 2017 / 12:28 WIB


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sementara di sektor jalan tol, Brantas Abipraya sudah memiliki konsensi di jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan Cisumdawu) dengan kepemilikan sebesar 10%. Saat ini, perusahaan BUMN ini juga tengah membidik investasi di tol Probolinggo-Banyuwangi sepaanjang 170,3 kilometer (km) dengan membentuk konsorsium bersama Jasamarga dan Waskita Toll Road.

Dalam berinvestaasi di sektor tol, Brantas Abipraya hanya membidik porsi minoritas. Di tol Probolinggo-Banyuwangi, perusahaan hanya mengincar porsi 10%. "Kami investasi di tol agar bisa mudah untuk mendapatkan proyek konstruksinya saja," kata Suradi.

Sembari terus mempersiapkan proses rencana IPO, Brantas Abipraya juga gencar mengembangkan bisnis konstuksinya. Tahun ini, perusahaan membidik kontrak baru Rp 8 triliun. Dengan tambahan kontrak carry over tahun 2016 sebesar Rp 8 triliun, maka total kontrak yang akan dihadapi perusahaan di 2017 akan mencapai Rp 16 triliun.

Salah satu yang menjadi fokus Brantas Abipraya dalam membidik kontrak baru adalah proyek-proyek bendungan. Saat ini perusahaan sedang menggarap sembilan proyek bendungan. "Kami memang membidik bendungan dulu baru nanti menyusul bisa mengembangkan proyek pembangkit listrik di sana," ungkap Suradi.

Brantas Abipraya akan terus berupaya membesarkan asetnya dengan melakukan investasi. Tahun ini, perusahaan menyiapkan belanja modal (capex) Rp 1 triliun untuk ekspansi. Adapun total aset perusahaan saat ini masih sekitar Rp 4 triliun.

Sementara pendapatan perusahaan ditargetkan sebesar Rp 7 triliun tahun ini dan laba bersih 270 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×