Reporter: Alya Fathinah | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 diperkirakan tetap memiliki prospek yang menarik di tengah tingginya suku bunga acuan. Bahkan, kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) dinilai dapat membuka peluang pemerintah menawarkan kupon yang lebih kompetitif dibandingkan seri ORI sebelumnya.
Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy, mengatakan ORI030 berpotensi menawarkan kupon lebih kompetitif dibandingkan seri sebelumnya, yaitu ORI029 yang realisasi penjualannya sekitar 57,96% dari target pemerintah.
"Memang harga obligasi di pasar sekunder dapat tertekan apabila suku bunga kembali naik, tetapi bagi investor yang berniat memegang hingga jatuh tempo, risiko tersebut relatif tidak menjadi masalah," ujar Budi kepada Kontan, Rabu (1/7/2026).
Dari sisi daya saing, ORI030 dinilai berpeluang lebih menarik dibandingkan deposito. Selain menawarkan kupon yang diperkirakan lebih tinggi, instrumen ini juga dikenakan pajak sebesar 10%, lebih rendah dibandingkan pajak bunga deposito yang mencapai 20%.
Baca Juga: Rupiah Menguat terhadap Mata Uang Global pada Juni, Efek Dolar AS Masih Dominan
Selain itu, ORI030 juga dinilai memiliki keunggulan dibandingkan reksa dana pendapatan tetap karena menawarkan kupon tetap (fixed rate) dan pembayaran yang dijamin pemerintah.
Sementara itu, reksa dana pendapatan tetap memang menawarkan fleksibilitas yang lebih tinggi, tetapi nilai investasinya tetap dipengaruhi kondisi pasar.
Budi memperkirakan minat investor terhadap ORI030 akan tetap tinggi. Hal itu tercermin dari tingginya permintaan pada penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel sebelumnya, yaitu ST016 yang penjualannya melampaui target.
"Penjualan ST016 yang mencapai sekitar Rp 22,62 triliun, melebihi target pemerintah di Rp 20 triliun sehingga menunjukkan permintaan investor terhadap SBN ritel masih kuat. Selain itu, kondisi pasar saham yang masih volatil juga dapat mendorong sebagian investor mengalihkan dana ke instrumen yang lebih stabil seperti ORI030," kata Budi.
Ia menambahkan, momentum penerbitan ORI030 juga dinilai tepat. Menurut Budi, pemerintah memanfaatkan kondisi suku bunga yang masih tinggi sehingga memiliki ruang untuk menawarkan kupon yang lebih menarik kepada investor.
Baca Juga: Bitcoin Bertahan di Support Kunci, Mampukah Melaju hingga US$72.000?
Di sisi lain, volatilitas pasar saham membuat instrumen pendapatan tetap semakin diminati, terutama oleh investor yang mengutamakan kepastian arus kas.
"Bagi investor yang menginginkan pendapatan tetap dan berencana menahan investasi hingga jatuh tempo, ORI030 layak dipertimbangkan," ujar Budi.
Meski demikian, investor tetap disarankan menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan likuiditas dan menerapkan diversifikasi portofolio agar tidak seluruh dana ditempatkan pada satu instrumen investasi.
Budi menilai, apabila kupon ORI030 sesuai dengan ekspektasi pasar, obligasi ritel tersebut berpotensi menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik pada semester II-2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














