kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Mencermati Prospek Reksa Dana USD


Rabu, 01 Juli 2026 / 22:35 WIB
Mencermati Prospek Reksa Dana USD
ILUSTRASI. Dolar Amerika (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sejak akhir 2025 hingga pertengahan Juni 2026.mendorong sebagian investor untuk melakukan diversifikasi ke instrumen berdenominasi Dolar AS. Dampaknya, dana kelolaan reksa dana USD di industri tercatat meningkat sebesar 388 juta USD secara year to date, atau tumbuh 13 persen (YTD).

PT Sucorinvest Asset Management (Sucor AM) menilai pergerakan nilai tukar tersebut dipengaruhi oleh berbagai sentimen global dan domestik, mulai dari sikap wait and see terhadap pasar negara berkembang, arus keluar dana asing di pasar saham dan obligasi Indonesia, hingga arah kebijakan bank sentral global yang dinilai beberapa pihak berpotensi hawkish.

Menurut Direktur Investasi Sucor AM, Dimas Yusuf, dalam kondisi pasar yang masih dibayangi volatilitas global, diversifikasi menjadi salah satu strategi penting bagi investor. 

“Dalam jangka panjang, kami memandang investasi pada instrumen berdenominasi Dolar AS tetap relevan karena dapat membantu investor meningkatkan diversifikasi portofolio dari sisi nilai tukar. Sehingga ketika salah satu nilai tukar mengalami tekanan, portofolio dalam Dolar AS berpotensi menjadi penyeimbang risiko.” kata Dimas dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga: Dana Kelolaan Reksadana Pendapatan Tetap Turun Dalam pada Mei 2026, Ini Penyebabnya

Untuk investor dengan profil risiko konservatif atau yang memiliki kebutuhan investasi jangka pendek, reksa dana pasar uang USD dapat menjadi pilihan karena likuiditasnya relatif tinggi dan risikonya cenderung lebih terukur. 

Sementara itu, bagi investor dengan profil risiko lebih agresif, reksa dana campuran maupun reksa dana saham global dapat menjadi alternatif untuk mengejar potensi pertumbuhan yang lebih optimal.

“Ke depan, volatilitas pasar masih diperkirakan akan memengaruhi pergerakan aset global. Karena itu, kami menerapkan strategi pengelolaan aktif melalui pengaturan durasi, pemilihan underlying asset berkualitas secara selektif, serta menjaga likuiditas yang memadai untuk mengoptimalkan kinerja reksa dana,” ujar Dimas.

Strategi tersebut tercermin pada kinerja sejumlah produk reksa dana USD kelolaan Sucor AM. Per 19 Juni 2026, beberapa produk mencatat kinerja beragam, antara lain Sucorinvest Global Equity Sharia Fund (SGESU) dengan imbal hasil year to date sebesar 9,37% serta Sucorinvest Money Market USD (SMMUSD) sebesar 1,66%.

Baca Juga: MSCI Redakan Ketidakpastian Pasar, Reksadana Pendapatan Tetap Semakin Menarik

Kedua produk tersebut tersedia melalui berbagai mitra Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), seperti BMoney, Makmur, Bibit, Invesnow, Sayakaya, Fides, Bareksa, Trimegah Sekuritas, Sucor Sekuritas, dan Trust Sekuritas.

Meski demikian, di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif, Sucor AM mengingatkan investor untuk terus mencermati berbagai faktor yang dapat memengaruhi pergerakan pasar, termasuk arah kebijakan suku bunga global dan domestik, dinamika geopolitik, rilis data ekonomi, serta kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

Video Terkait



TERBARU

[X]
×