CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Berikut 6 seri sukuk yang akan dilelang Selasa depan


Minggu, 13 Mei 2018 / 18:54 WIB
ILUSTRASI. Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara


Reporter: Dimas Andi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan kembali melelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa (15/5) mendatang. Lelang yang bertujuan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2018 tersebut memiliki target indikatif sebesar Rp 4 triliun.

Terdapat enam seri sukuk yang akan dilelang pada Selasa nanti, antara lain SPN-S 03112018, PBS016, PBS002, PBS017, PBS012, dan PBS004. Keenam seri tersebut merupakan seri lama yang sudah pernah ditawarkan pada lelang sebelumnya.

Seri SPN-S 03112018 menjadi seri bertenor terpendek pada lelang nanti dengan waktu jatuh tempo pada 3 November 2018. Seri ini memiliki tingkat imbalan yang diberikan secara diskonto.

Seri PBS016 akan jatuh tempo pada 15 Maret 2020 dan memiliki tingkat imbalan senilai 6,25%. Seri PBS002 akan jatuh tempo pada 15 Januari 2022 dan memiliki tingkat imbalan senilai 5,45%.

Seri PBS017 akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2025 dan memiliki tingkat imbalan senilai 6,125%. Seri PBS012 akan jatuh tempo pada 15 November 2031 dan memiliki tingkat imbalan senilai 8,875%. Terakhir, seri PBS004 akan jatuh tempo pada 15 Februari 2037 dan memiliki tingkat imbalan senilai 6,10%.

Sebagai informasi, pada kuartal II-2018 pemerintah menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara melalui lelang senilai Rp 151,27 triliun dari 5 kali lelang Surat Utang Negara dan 6 kali lelang Sukuk Negara.

Pada lelang sukuk tanggal 2 Mei lalu, pemerintah menyerap dana senilai Rp 1,38 triliun dari total penawaran yang masuk sebesar Rp 5,53 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×