kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Bergerak Tak Wajar, BEI Pantau Saham MGNA dan SGER


Jumat, 31 Oktober 2025 / 13:09 WIB
Bergerak Tak Wajar, BEI Pantau Saham MGNA dan SGER
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI tengah memantau dua saham emiten yang harganya bergerak di luar kebiasaan alias unusual market activity (UMA) yakni MGNA dan SGER.


Reporter: Rilanda Virasma | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau dua saham emiten yang harganya bergerak di luar kebiasaan alias unusual market activity (UMA).

Tercatat, saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) dan PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) masuk daftar UMA tersebut.

Hingga akhir perdagangan sesi I Jumat, (31/10/2025), harga saham MGNA ditutup anjlok 9,72% ke level Rp 65 per saham. Namun dalam sepekan terakhir, harga saham ini sudah menanjak 18,18%. Sementara dalam sebulan, saham ini melesat 54,76%.

Senasib, di waktu yang sama, harga saham SGER terkoreksi 3,60% menjadi Rp 535 per saham. Namun dalam seminggu terakhir, harganya mendaki 12,39%. Sementara dalam sebulan, saham ini terbang 62,12%.

Baca Juga: Saham BRRC dan STAA Masuk Radar UMA oleh BEI mulai Hari Ini (28/10)

 

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono mengatakan, pengumuman ini tak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Yulianto berharap, investor dapat memperhatikan jawaban perusahaan terkait atas konfirmasi yang diminta BEI, juga mencermati kinerja perusahaan-perusahaan tersebut.

Selain itu, investor dihimbau pula untuk mengkaji kembali rencana aksi korporasi emiten terkait bila memang rencananya belum direstui lewat rapat umum pemegang saham (RUPS).

“Investor juga diharapkan untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi,” sebut Yulianto.

Baca Juga: Harga Saham Melesat, BEI Masukkan Saham STAA, MBTO, EURO, SOHO, PRTO ke Radar UMA

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×