kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Begini Proyeksi Harga Minyak di Akhir 2023


Rabu, 02 Agustus 2023 / 20:15 WIB
Begini Proyeksi Harga Minyak di Akhir 2023
ILUSTRASI. Harga minyak diprediksi berkisar US$ 80 hingga US$ 85 per barel di akhir 2023.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak diprediksi berkisar US$ 80 hingga US$ 85 per barel di akhir 2023. Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (2/8) harga minyak pengiriman September mencetak harga tertinggi di US$ 82,21 per barel.

Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong mengatakan bahwa produksi OPEC+ (Saudi) sangat berperan dalam mendukung harga minyak mentah selama ini. "Namun kenaikan harga akhir-akhir ini juga disebabkan oleh permintaan yang kuat dari Amerika Serikat dan negara belahan bumi utara selama musim panas yang mendukung mobilitas penduduk," ujar dia kepada Kontan.co.id, Rabu (2/8).

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menambahkan, faktor bullish untuk minyak mentah lainnya adalah penurunan pengiriman minyak mentah Rusia. Dia memaparkan, data pelacakan kapal yang dipantau oleh Bloomberg menunjukkan pengiriman minyak mentah Rusia dalam empat minggu hingga 30 Juli turun ke level terendah tujuh bulan sebesar 2,98 juta barel per hari.

Baca Juga: Harga Naik, AS Batalkan Rencana Membeli 6 Juta Barel Minyak untuk Cadangan Darurat

Sebelumnya, Rusia secara sukarela berjanji untuk memotong 500.000 barel per hari (bph) produksi minyak mentah pada bulan Agustus. Namun, Rusia belum sepenuhnya menerapkan pengurangan produksi minyak mentah yang dijanjikan.

Pemotongan produksi minyak mentah Rusia mencapai 350.000 bph pada bulan Juni. Sementara itu, produksi minyak mentah OPEC pada bulan Juni justru naik 80.000 bph menjadi 28,57 juta bph.

"Data mingguan hari Senin dari Vortexa menunjukkan bahwa jumlah minyak mentah yang disimpan di seluruh dunia pada kapal tanker yang telah diam setidaknya selama seminggu turun 2,2% b/b menjadi 105,06 juta bbl pada 28 Juli," papar Sutopo.

Baca Juga: Pebisnis Keberatan Aturan Baru Kewajiban Menyetor Devisa Hasil Ekspor

Selain itu, Arab Saudi awal bulan ini juga mengatakan akan memperpanjang pengurangan produksi 1 juta barel per hari secara sepihak hingga Agustus. Hal itu untuk menjaga produksi minyak mentah Arab Saudi sekitar 9 juta barel per hari, level terendah dalam beberapa tahun.

Ke depan, harga minyak diperkirakan masih dalam tren menguat. Hal ini seiring dengan ekspektasi pemulihan ekonomi China. Peningkatan dalam permintaan minyak mentah China setelah data perdagangan pemerintah menunjukkan impor minyak mentah China bulan Juni naik 4,6% MoM menjadi 12,72 juta barel per hari, tertinggi dalam tiga tahun.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Mengawali Agustus, Brent ke US$84,09 dan WTI ke US$81,29

Untuk saat ini, Sutopo melihat secara teknis harga akan terkoreksi ke kisaran US$ 75/barel karena sejumlah pembelian yang telah dilakukan di harga murah, sehingga terjadi penimbunan stok dan akan mengurangi permintaan dalam waktu dekat. Namun untuk akhir tahun berdasarkan faktor musiman, kemungkinan harga minyak dapat bertahan di level US$ 80/barel.

Sementara Lukman menilai harga minyak berkisar US$ 85/barel di akhir 2023. Hal ini menyusul ekonomi global dan China akan mulai membaik di akhir tahun dan pasar sudah mulai akan mengantisipasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral, terutama the Fed yang diperkirakan akan terjadi di kuartal II 2024.

"Pemerintah China juga akan terus-menerus mendukung ekonomi dengan stimulus," tutup dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×