kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Beberapa saham yang baru IPO harganya melesat, analis sarankan trading jangka pendek


Sabtu, 11 April 2020 / 14:14 WIB
ILUSTRASI. Sejak awal tahun 2020 ada 24 saham yang listing di Bursa Efek Indonesia,


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dari awal tahun 2020 hingga saat ini, sudah ada 24 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Teranyar, BEI kedatangan tiga emiten baru meliputi PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY), PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF), dan PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI).

Baca Juga: Pembatasan sosial skala besar di DKI disetujui, IHSG menguat

Dari total 24 saham baru ini, ada sejumlah saham yang masih mencatat kinerja yang positif. Bahkan, beberapa di antaranya mengalami kenaikan harga saham lebih dari 100% sejak IPO.

Di urutan teratas ada saham PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) yang melonjak hingga 273,33% ke level Rp 392 per saham, selanjutnya saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) yang meloncat 262,75% dari harga awal Rp 102 menjadi Rp 370 per saham, dan PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) yang mengalami kenaikan harga saham hingga 203,33% ke posisi Rp 364 per saham.

PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) menyusul memberikan return positif hingga 157,60% dari harga awal Rp 125 menjadi Rp 322 per saham dan PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) pun masih mencatat penguatan harga saham hingga 130,47% ke posisi Rp 242 per saham.

Analis OSO Sekuritas, Sukarno Alatas menilai, kondisi fundamental perusahaan menjadi salah satu pengaruh sejumlah saham yang mengalami kenaikan harga saham.

Di lain sisi, market maker juga mempunyai kendali atas pergerakan saham-saham ini. “Ketika market maker masih menjaga pergerakan, tekanan jual tidak begitu banyak karena mungkin sedikit percaya akan prospek,” katanya pada Kontan, Kamis (9/4).

Baca Juga: Naik hingga 35%, saham Cahaya Bintang Medan (CBMF) kena auto reject pasca listing




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×