kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

IHSG Anjlok 1,02% ke 6.009 pada Kamis (1/10), Begini Proyeksinya untuk Jumat (2/10)


Kamis, 01 Oktober 2026 / 18:19 WIB
IHSG Anjlok 1,02% ke 6.009 pada Kamis (1/10), Begini Proyeksinya untuk Jumat (2/10)
ILUSTRASI. Selama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu bertahan di atas area support, peluang rebound tetap terbuka. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Shabrina Almaira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,02% ke level 6.009,50 pada perdagangan Kamis (1/10/2026). IHSG 

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta melihat pelemahan IHSG dipengaruhi oleh kombinasi sentimen domestik dan eksternal. Dari dalam negeri, pasar merespons reshuffle kabinet yang kembali memunculkan ketidakpastian terkait arah kebijakan pemerintah ke depan. 

“Terkait reshuffle kabinet, dampaknya terhadap pasar sangat bergantung pada persepsi investor terhadap figur yang ditunjuk dan kontinuitas kebijakan ekonomi. Dalam jangka pendek, reshuffle dapat meningkatkan volatilitas karena pasar perlu menilai kembali arah kebijakan, koordinasi antar kementerian, serta implikasinya terhadap program fiskal dan ekonomi,” ujar Nafan kepada kontan (1/10/2026). 

Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Fokus Restrukturisasi, Simak Prospek Kinerjanya

Sedangkan dari sisi eksternal Nafan menyoroti level yield US Treasury yang masih tinggi, tekanan terhadap rupiah, serta ketidakpastian geopolitik yang membatasi minat investor terhadap aset berisiko di emerging market. la menilai bahwa IHSG masih berpotensi bergerak volatil dan konsolidatif sebelum membentuk tren pemulihan yang lebih kuat.

Lalu, secara teknikal Nafan melihat area 6.019 sebagai support penting, dengan support berikutnya di sekitar 5.854. Sementara itu, area 6.185-6.240 menjadi resistance yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi peluang technical rebound.

Menurutnya, selama IHSG masih mampu bertahan di atas area support tersebut, peluang rebound tetap terbuka. Namun, jika support 6.019 ditembus secara signifikan, risiko koreksi lanjutan perlu diantisipasi.

Di sisi lain, Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto menilai IHSG masih berada dalam kondisi strong bearish. Menurutnya, pelemahan IHSG masih cukup kuat setelah indeks sempat turun di bawah level psikologis 6.000 pada perdagangan Kamis (1/10/2026).

Baca Juga: Japfa Comfeed (JPFA) Divestasi Vaksindo Rp 1,8 Triliun, Neraca Bakal Makin Sehat

Untuk perdagangan Jumat (2/10/2026), William memproyeksikan IHSG masih melemah dalam rentang 5.966-6.080.

Ia merekomendasikan investor mencermati saham DSSA dengan target harga Rp 1.180-Rp 1.200 serta PTRO dengan target Rp 5.400–Rp 5.500 untuk jangka pendek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×