kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Laba Bersih Dian Swastatika (DSSA) Naik Hampir 80% di Semester I-2026, Cek Prospeknya


Kamis, 01 Oktober 2026 / 16:37 WIB
Laba Bersih Dian Swastatika (DSSA) Naik Hampir 80% di Semester I-2026, Cek Prospeknya
ILUSTRASI. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) (Dok/DSSA)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten holding milik Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan dan laba bersih hingga double digit di sepanjang Januari–Juni 2026. 

Melansir laporan keuangan per 30 Juni 2026, DSSA meraup pendapatan usaha sebesar US$ 1,77 miliar. Ini tumbuh 33,98% secara tahunan atau Year on Year (YoY) menjadi US$ 1,322 miliar. 

Dari sisi bottom line, laba bersih DSSA mencapai US$ 174,35 juta per Juni 2026. Raihan tersebut melesat 79,59% secara tahunan US$ 97,08 juta dari posisi akhir Juni 2026. 

Baca Juga: Garuda Indonesia Siapkan Rights Issue 124,35 Miliar Saham, Ini Penggunaannya

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mencermati kinerja DSSA yang ciamik di paruh pertama 2026 merupakan hasil kombinasi antara penguatan bisnis tambang dan sektor non-tambang yang mulai berkontribusi. 

Jika dirinci berdasarkan segmen pendapatan, lini pertambangan dan perdagangan batubara berkontribusi sebesar US$ 1,53 miliar atau tumbuh 29,78% YoY. Lini bisnis energi terbarukan menyumbang US$ 176.971 atau melejit 153,91% YoY. 

Pendapatan penyediaan TV kabel dan internet menghasilkan pendapatan sebesar US$ 170,49 juta, yang naik 95,62% YoY. Lalu solusi digital dan pusat penyimpanan data masing-masing berkontribusi US$ 6,63 juta dan US$ 5,05 juta. 

Kemudian DSSA juga membukukan perdagangan bersih sebesar US$ 57,51 juta, yang tumbuh 25,72% secara tahunan. DSSA juga meraup pendapatan lain-lain senilai US$ 763.837. 

“Strategi diversifikasi DSSA mulai menunjukkan perkembangan, meskipun kontribusinya terhadap total pendapatan masih berada di bawah bisnis batubara,” jelasnya kepada Kontan, Kamis (1/10/2026).

Baca Juga: EMAS Kucurkan Pinjaman Rp 6,45 Triliun untuk Pacu Ekspansi Tambang Emas Pani

Untuk sisa 2026 hingga 2027, Nafan melihat prospek pertumbuhan DSSA masih terbuka, terutama apabila dua mesin pertumbuhan baru, yakni infrastruktur digital dan energi berkelanjutan yang mulai memberikan kontribusi lebih besar.

Menurutnya, DSSA berpotensi mendapatkan pendapatan berulang alias recurring income berkat tuntasnya beberapa proyek utama entitas Grup Sinarmas ini. Mulai dari  data center SMX01 berkapasitas lebih dari 18 MW hingga ekspansi MoraRepublic.

“Tren positif kinerja DSSA berpeluang berlanjut ke 2027, tetapi kualitas pertumbuhannya akan semakin ditentukan oleh kemampuan bisnis non-tambang untuk naik kelas menjadi kontributor material terhadap laba,” ucap Nafan. 

Nafan juga mengimbau investor untuk memperhatikan volatilitas harga batubara, kebutuhan belanja modal alias capital expenditure (capex) yang besar untuk ekspansi digital dan energi baru terbarukan, serta risiko eksekusi proyek. 

Baca Juga: Bisnis KISI Tumbuh, Rekening Saham Naik 49% dan Transaksi Obligasi Melonjak 128%

Lebih lanjut, Nafan merekomendasikan add DSSA dengan target harga Rp 1.570 per saham. Pada akhir perdagangan Kamis (1/10/2026), DSSA parkir di level Rp 1.120 per saham atau menguat 4,67% dibanding penutupan hari sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×