kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

IHSG Masih Dibayangi Foreign Outflow, Cermati Peluang Rebound


Kamis, 01 Oktober 2026 / 21:10 WIB
IHSG Masih Dibayangi Foreign Outflow, Cermati Peluang Rebound
ILUSTRASI. Pergerakan IHSG (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Kamis (1/10/2026). IHSG ditutup melemah 1,02% atau 61,64 poin ke level 6.009,50, bahkan sempat menyentuh 5.973 di tengah tekanan jual yang masih tinggi.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan, tekanan terhadap IHSG masih berasal dari derasnya arus dana asing yang keluar dari pasar saham. Kondisi tersebut terjadi meski sejumlah data ekonomi domestik memberikan sentimen positif bagi pasar.

"Surplus perdagangan Agustus sebesar US$ 3,55 miliar memberikan katalis positif, meski tekanan dari foreign outflow masih cukup kuat. Di sisi lain, inflasi September yang mencapai 3,28% YoY juga menjadi perhatian pasar," ujar Reza kepada Kontan, Kamis (1/10/2026).

Di tengah kondisi tersebut, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah perkembangan yang berpotensi mempengaruhi pergerakan IHSG dalam waktu dekat. Salah satunya penerapan short selling yang mulai berlaku pada Kamis, dengan tahap awal mencakup saham ASII, BBCA, BRPT, BUMI, dan INDF.

Baca Juga: IHSG Turun 6 Hari Beruntun, Cek Saham yang Banyak Dijual Asing Awal Oktober 2026

Perkembangan politik domestik melalui reshuffle kabinet juga menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan investor. Sementara dari eksternal, perhatian pasar mulai beralih ke rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, terutama indikator tenaga kerja dan inflasi yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.

"Investor akan melihat bagaimana data-data ekonomi AS tersebut memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan The Fed, sementara dari domestik pasar juga mencermati perkembangan reshuffle kabinet dan implementasi short selling," jelas Reza.

Dari sisi teknikal, IHSG masih berada dalam tekanan setelah menembus level 6.019 dan ditutup di sekitar level psikologis 6.000. Indikator MACD juga masih menunjukkan momentum bearish.

Meski demikian, IHSG berpotensi memasuki fase konsolidasi pada rentang 6.000–6.200. Level support berikutnya berada di 5.854, sedangkan resistance berada di area 6.185–6.240.

Kemampuan IHSG untuk kembali menembus level 6.185 akan menjadi perhatian pasar karena dapat membuka ruang bagi terjadinya technical rebound.

Baca Juga: IHSG Anjlok 1,02% ke 6.009 pada Kamis (1/10), Begini Proyeksinya untuk Jumat (2/10)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×