kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

Beberapa Emiten Keluar dari Market Cap Rp 100 Triliun saat IHSG ke Level Tertinggi


Senin, 21 Februari 2022 / 21:41 WIB
ILUSTRASI. Beberapa Emiten Keluar dari Market Cap Rp 100 Triliun saat IHSG ke Level Tertinggi


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang Februari beberapa kali menyentuh all time high (ATH). Kendati begitu, ada beberapa emiten yang keluar dari liga market cap Rp 100 triliun.

Adapun saham yang keluar seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Per Senin (21/2) market cap ICBP sebesar turun 2,57% menjadi Rp 99,13 triliun dan CPIN turun 8,72% menjadi Rp 94,29 triliun.

Head of Investment Research Infovesta Wawan Hendrayana berpendapat bahwa penurunan market ICBP terbilang wajar. Hal tersebut diproyeksikan akibat terjadinya aksi profit taking.

Baca Juga: IHSG Menembus All Time High di Atas 6.900, Pasar Saham Dibayangi Aksi Profit Taking

"IHSG memang all time high, tetapi yang menjadi pendorongnya dari sektor keuangan sehingga investornya mungkin melakukan aksi profit taking dan pindah terlebih dahulu ke sektor yang lebih menarik," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (21/2).

 

Sementara, untuk CPIN penurunan market cap juga seiring dengan penurunan harga sahamnya yang cukup dalam. Adapun dalam periode satu bulan terakhir saham emiten animal feed ini sudah turun sebesar 11,88%.

Analis Erdhika Elit Sekuritas, Ivan Kasulthan menambahkan bahwa terdepaknya kedua emiten tersebut dari jajaran kapitalisasi pasar Rp 100 triliun dikarenakan harga sahamnya yang saat ini berada pada fase downtrend. "Akibatnya, menekan kapitalisasi pasarnya," sebutnya.

Baca Juga: IHSG Naik 0,38% pada Awal Perdagangan Hari Ini, Net Buy Asing Rp 93,127 Miliar

Nah, dengan tren IHSG saat ini Ivan menilai bisa saja emiten yang saat ini memiliki market cap di bawah Rp 100 triliun berhasil menembusnya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×