kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

IHSG Rawan Lanjut Koreksi pada Selasa (11/8), Ini Rekomendasi Analis


Senin, 10 Agustus 2026 / 18:58 WIB
IHSG Rawan Lanjut Koreksi pada Selasa (11/8), Ini Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. IHSG Melemah-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (10/8/2026) di tengah pergerakan bursa regional yang mayoritas justru menguat. Di saat yang sama, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga tercatat menguat, menambah kontras sentimen di pasar.

IHSG terkoreksi 0,69% ke level 6.365,37. Sementara itu, Rupiah menguat terhadap dolar AS dan berada di kisaran Rp17.800 per dolar AS.

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, pelemahan IHSG saat ini tidak lepas dari faktor teknikal serta aksi ambil untung (profit taking) setelah penguatan yang terjadi dalam sepekan terakhir.

Baca Juga: BUMI Bidik Metanol Jadi Sumber Pendapatan Baru

“Kami mencermati, dari sisi teknikal pergerakan IHSG masih tertahan di area resistance 6.454, ditambah adanya aksi profit taking setelah selama sepekan IHSG sebelumnya sudah menguat sekitar 2,78%,” ujarnya kepada Kontan, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat ruang penguatan IHSG menjadi terbatas dalam jangka pendek, terlebih pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.

Untuk perdagangan Selasa (11/8/2026), Herditya memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dalam jangka pendek.

“IHSG masih rawan terkoreksi dengan level support di 6.344 dan resistance di 6.385,” jelasnya.

Ia menambahkan, sikap investor yang cenderung menahan diri (wait and see) juga dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global yang akan dirilis dalam waktu dekat.

“Kami perkirakan investor akan cenderung wait and see dalam pekan ini dengan adanya rilis data CPI dan PPI Amerika Serikat, serta hasil review MSCI,” imbuhnya.

Dengan adanya agenda tersebut, pergerakan pasar diperkirakan akan cenderung terbatas sambil menunggu kejelasan arah dari sentimen global.

Untuk strategi perdagangan, Herditya merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati oleh investor, yakni DSSA di kisaran Rp1.100-Rp1.195 per saham, ESSA pada rentang Rp700-Rp730 per saham, serta HRTA di level Rp2.290-Rp2.380 per saham.

Dengan kombinasi tekanan teknikal, aksi ambil untung, serta sikap wait and see investor terhadap sentimen global, IHSG pada perdagangan Selasa (11/8/2026) diperkirakan masih akan bergerak cenderung melemah dalam jangka pendek.

Baca Juga: Dibayangi Risiko Tekanan Global, Begini Prospek Pergerakan Yield SBN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×