Reporter: Yuliana Hema | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Aktivitas penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih terpantau lesu hingga pertengahan tahun. Berdasarkan data BEI, baru terdapat tujuh perusahaan yang mencatatkan saham perdana dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp 2,16 triliun per 31 Juli 2026.
PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) menjadi perusahaan terakhir yang melantai di BEI pada 10 Juli 2026. Dalam aksi korporasi tersebut, RANS menawarkan sebanyak 25,25 miliar saham dengan harga penawaran Rp 170 per saham.
Meski aktivitas IPO masih terbatas, pipeline BEI menunjukkan masih ada empat perusahaan yang tengah mempersiapkan pencatatan saham perdana.
Berdasarkan skala aset, dua perusahaan berasal dari kategori aset kecil, sementara dua lainnya merupakan perusahaan dengan aset skala besar.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Saidu Solihin, menjelaskan bahwa masing-masing calon emiten saat ini berada pada tahapan yang berbeda dalam proses IPO. Mulai dari pemenuhan dokumen, pelaksanaan due diligence, hingga proses memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: IPO Lesu, Target 50 Emiten Melantai di BEI Tahun 2026 Sulit Tercapai?
“Pada prinsipnya, apabila seluruh persyaratan dapat dipenuhi sesuai ketentuan dan prosesnya berjalan lancar, perusahaan-perusahaan tersebut berpeluang untuk melaksanakan IPO hingga akhir tahun,” katanya kepada Kontan, Kamis (6/8/2026).
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga 31 Juli 2026 juga menunjukkan terdapat tiga perusahaan yang masih berproses menuju IPO dengan potensi dana yang dapat dihimpun mencapai Rp 250 miliar.
Namun demikian, Saidu menegaskan bahwa waktu pencatatan saham tetap menjadi keputusan masing-masing perusahaan. Keputusan tersebut mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari kesiapan internal, kondisi pasar, sentimen global maupun domestik, volatilitas pasar keuangan, hingga momentum yang dinilai tepat.
Baca Juga: Kinerja Emiten BUMN Semester I-2026 Membaik, Peran Danantara Dinilai Belum Terlihat
Meski pasar IPO belum ramai, BEI tetap optimistis aktivitas pencatatan saham baru akan meningkat pada paruh kedua 2026.
Menurut Saidu, manajemen BEI terus memberikan pendampingan kepada perusahaan-perusahaan yang telah masuk dalam pipeline maupun kepada perusahaan potensial yang berencana melantai di bursa.
“Fokus kami tidak hanya pada jumlah IPO, tetapi pada kualitas perusahaan yang tercatat sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi investor dan mendukung pendalaman pasar modal Indonesia,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
