Reporter: Yasmine Awalia | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih dibayangi tekanan pada perdagangan hari ini (22/9/2026).
Pada perdagangan hari ini, perhatian investor tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), di tengah pelemahan rupiah, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan arah kebijakan moneter global.
Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup melemah 0,88% ke level 6.384,73 pada Senin (21/9/2026). Pelemahan tersebut terjadi ketika belum terdapat katalis positif baru yang cukup kuat untuk menopang pergerakan indeks.
Baca Juga: Simak Rekomendasi Teknikal Saham ERAA, TOWR dan SILO untuk Hari Ini (22/9)
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, tekanan terhadap IHSG masih cukup terasa dengan meningkatnya perhatian investor terhadap kebijakan moneter global.
"Masih adanya tekanan dari global di mana beberapa bank sentral telah menaikkan suku bunga acuannya dan diperkirakan hal ini menandakan tightening cycle ke depannya akibat adanya inflasi energi," ujar Herditya.
Kenaikan suku bunga oleh sejumlah bank sentral tersebut menjadi perhatian karena berpotensi menandai berlanjutnya siklus pengetatan kebijakan moneter. Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya ketidakpastian geopolitik, khususnya dari konflik Rusia-Ukraina dan Timur Tengah.
Dari dalam negeri, pelaku pasar juga cenderung menahan diri menjelang keputusan BI. Investor akan mencermati arah kebijakan suku bunga domestik, terutama di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Herditya memperkirakan, IHSG masih memiliki risiko melanjutkan koreksi untuk perdagangan hari ini (22/9/2026) . "Untuk besok (hari ini), kami mencermati IHSG masih rawan koreksi dengan support di 6.370 dan resistance 6.406," katanya.
Baca Juga: Harga Saham Rp 330, Investor Dapat Dividen dengan Yield 6%, Cek Jadwal Pembayarannya
Senada dengan Herditya, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, ruang pelemahan IHSG masih terbuka pada perdagangan hari ini.
Secara teknikal, indeks memang masih mampu bertahan di atas MA100, tetapi sejumlah indikator mulai memperlihatkan tekanan. Pelebaran histogram negatif pada MACD serta potensi terbentuknya Death Cross pada Stochastic RSI di area oversold menjadi sinyal yang perlu dicermati. Dengan kondisi tersebut, Alrich melihat IHSG berpotensi menguji area 6.300-6.350.
Arah IHSG pada hari ini akan turut ditentukan oleh hasil RDG BI dan bagaimana pasar merespons kebijakan moneter domestik. Pergerakan rupiah serta perkembangan geopolitik global juga masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor.
Di tengah kondisi tersebut, Herditya mencermati sejumlah saham untuk perdagangan hari ini, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada rentang Rp 3.720-Rp 3.880, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) di target Rp 396-Rp 434, dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dengan target Rp 2.250-Rp 2.380.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














