kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Banyak Komponen Impor, Sejumlah Emiten Atur Strategi di tengah Fluktuasi Kurs Rupiah


Rabu, 11 Mei 2022 / 08:00 WIB


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sentimen eksternal seperti kebijakan kenaikan suku bunga The Fed Amerika Serikat (AS) menjadi faktor penggerak yang membuat kurs rupiah berfluktuasi. Kondisi ini diantisipasi oleh sejumlah emiten yang memiliki banyak komponen impor dalam rantai bisnisnya.

Nilai tukar rupiah di pasar spot pada Selasa (10/5) menguat 0,12% ke posisi Rp 14.555 per dolar AS. Sedangkan kurs rupiah Jisdor turun tipis 0,08% ke Rp 14.546 per dolar AS.

Emiten di sektor farmasi mengantisipasi fluktuasi kurs rupiah. Pasalnya, komponen bahan baku di sektor ini masih bertumpu pada impor dari berbagai negara, dengan porsi yang mencapai sekitar 90%. 

Baca Juga: Indeks Utama Wall Street Kompak Naik, Waspada Koreksi Lagi

Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Vidjongtius mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantisipasi gejolak ekonomi global sejak awal tahun 2022. KLBF mengatur strategi dengan menambah persediaan bahan baku untuk meminimalisasi dampak fluktuasi kurs.

"Kalau (kenaikan) suku bunga tidak terlalu berdampak, karena posisi loan Kalbe rendah," ujar Vidjongtius saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (10/5).

Di tengah kondisi saat ini, KLBF merasa perlu untuk meningkatkan efisiensi modal kerja dan proses produksi. Di samping menjaga tingkat pengeluaran agar arus kas tetap sehat.

"Cadangan dolar di neraca sudah menjadi policy utama selama ini untuk antisipasi kurs yang fluktuatif," imbuh Vidjongtius.

Baca Juga: Harga Saham BBCA, BBRI, TLKM, BMRI, ASII Masih di Atas Nilai Wajar

Sekretaris Perusahaan PT Phapros Tbk (PEHA) Zahmilia Akbar mengatakan bahwa pihaknya juga telah mengantisipasi kondisi ini dengan perencanaan dan realisasi pembelian bahan baku yang masih impor untuk kebutuhan beberapa bulan ke depan.

Langkah tersebut menjadi fokus dari bagian supply chain untuk mencegah dampak berlebihan pada bisnis. Selain itu, PEHA juga telah melakukan beberapa upaya, antara lain kesepakatan jangka panjang dengan vendor di luar negeri untuk mengantisipasi dampak fluktuasi kurs.

PEHA juga mulai menggunakan mata uang lokal selain dolar AS dalam pembelian bahan yang masih impor, agar nilanya bisa lebih stabil. "Karena kami wajib menjaga ketersediaan obat bagi masyarakat di Indonesia bagaimanapun konsekuensi kondisinya," kata Zahmilia.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×