Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai pendatang baru di sektor properti Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk punya fokus bisnis yang cukup berbeda. Emiten berkode CBDK ini fokus menggarap fasilitas penunjang kegiatan Meeting, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE).
CBDK melantai di BEI pada 13 Januari 2025 dan menjadi perusahaan keenam yang tercatat tahun ini. CBDK adalah anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) yang sebelumnya diakuisisi dengan dana rights issue PANI pada Agustus 2022.
Perusahaan properti ini menawarkan 5.668.945 saham dalam aksi korporasi initial public offering (IPO). CBDK mematok harga IPO di Rp 4.060 per saham. Bangun Kosambi berhasil mencatatkan kelebihan permintaan alias oversubscription sebesar 344,28 kali dengan total investor sebanyak 155.884 investor.
Dana segar yang dikumpulkan sebanyak Rp 2,3 triliun dan seluruhnya akan dipakai untuk penyertaan kepada PT Industri Pameran Nusantara.
Penyertaan dilakukan dalam bentuk ekuitas sebanyak 15,277 juta saham seri B yang akan dikeluarkan Industri Pameran Nusantara. Jumlah ini setara dengan 99,93% dari modal ditempatkan disetor penuh.
Adapun dana yang diperoleh dari penerbitan saham baru itu akan digunakan oleh Industri Pameran Nusantara sebagai tambahan dana untuk membiayai proyek pembangunan gedung untuk Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE).
Baca Juga: Bangun Kebutuhan Bisnis MICE, CBDK Transaksi Aset Tanah Rp 1,57 Triliun
Ambisius Ekspansi
Presiden Direktur PT Bangun Kosambi Sukses Tbk Steven Kusumo mengatakan, PT Industri Pameran Nusantara sedang membangun Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) yang merupakan bagian dari MICE untuk melengkapi ekosistem dalam CBD PIK 2.
“NICE akan menjadi salah satu ruang pusat konvensi dan pameran terbesar di Indonesia yang dapat menghasilkan pendapatan berulang pertama bagi CBDK,” ujarnya saat IPO CBDK.
NICE dibangun di atas bidang tanah dengan luas sekitar 19 hektare (ha) dan dirancang sebagai elemen strategis yang melengkapi ekosistem CBD PIK 2 dengan bertambahnya area pusat konvensi dan pameran sekitar 120.000 meter persegi (m2).
“Proyek ini diharapkan dapat mulai beroperasi secara parsial pada September 2025, sehingga dapat turut meramaikan sektor industri pusat konvensi dan pameran nusantara,” tuturnya saat IPO CBDK. Namun, dalam keterangan terbaru tanggal 4 Maret, Steven menyebutkan proyek NICE ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada Oktober 2025.
Steven menambahkan bahwa industri event merupakan salah satu sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Pemerintah menilai sektor ini memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap berbagai industri, seperti transportasi, akomodasi, dan konsumsi.
Namun, untuk mendukung industri event, diperlukan infrastruktur yang memadai guna mengakomodasi berbagai kegiatan berskala besar.
"Ekosistem MICE hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan memberikan dampak positif bagi ekonomi," jelasnya dalam keterangan resmi tanggal 4 Maret.
Untuk menunjang bisnis MICE di tahun ini dan ke depan, CBDK tercatat telah melakukan sejumlah transaksi terkait dengan beberapa perusahaan terkendali maupun terafiliasi.
Pada tanggal 18 Maret, CBDK membeli seluruh saham PT Citra Kirana Bisnis Distrik (CKBD) dengan nilai nominal Rp 1.000.000,- per saham, sehingga secara keseluruhan perseroan membeli 99% kepemilikan saham dari modal disetor CKBD. Total nilai transaksi adalah sekitar Rp 99.000.000.
Para pihak yang melakukan transaksi memiliki hubungan afiliasi antara CBDK, PT Amantara Sinar Pesona, dan PT Tunas Mekar Jaya. Ketiga pihak memiliki kesamaan pihak pemilik manfaat utama dan Manajemen pada saat dilaksanakannya transaksi.
CKBD adalah pengembang dan pemilik atas 250 kamar hotel bintang 5. Tujuan transaksi dilakukan untuk mengintegrasikan pengembangan bisnis MICE sebagai ekosistem bisnis MICE di PIK2 yang dapat mengakomodir dan mendukung berbagai event MICE di Kawasan CBD PIK 2, di mana hotel CKBD ini akan terletak di area NICE.
Saat ini NICE dalam tahap pra-pembangunan dan diperkirakan akan mulai beroperasi 2 tahun sejak mulai konstruksi. “Lewat transaksi ini, CKBD dapat berkontribusi dalam menciptakan destinasi premium yang mendukung sektor pariwisata, bisnis, kuliner dan hiburan di Kawasan PIK 2,” ujar Corporate Secretary PANI Christy Grassela kepada Kontan, Rabu (26/3).
Pada tanggal 24 Maret, CBDK mengumumkan ada transaksi afiliasi penyewaan sebidang tanah antara PT Industri Pameran Nusantara (IPN) yang merupakan entitas anak alias perusahaan terkendali CBDK dengan PT Kukuh Mandiri Lestari (KML) yang merupakan afiliasi CBDK.
PT KML akan menyerahkan kepada PT IPN hak atas pengelolaan Aset Yang Disewakan selama Periode Sewa berupa bidang tanah yang berlokasi di Desa Salembaran Jaya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten dengan luas sekitar 187.740 meter persegi.
Pada tanggal 25 Maret, CBDK melakukan transaksi afiliasi dengan total nilai Rp 308 miliar untuk peningkatan modal disetor PT Mega Andalan Sukses (MAS) yang merupakan entitas anak perseroan dengan kepemilikan sebesar 55,89%.
Penyertaan modal dilakukan dengan cara penerbitan saham-saham baru oleh MAS seluruhnya diambil bagian oleh CBDK. Sehingga, terjadi peningkatan modal di MAS dan penyertaan saham oleh BKS pada MAS dari sebesar 55,89% menjadi sebesar 64,62%.
Di tanggal itu juga, CBDK melakukan transaksi afiliasi dengan total nilai Rp 89,6 miliar untuk peningkatan modal disetor di PT Cahaya Gemilang Indah Cemerlang (CGIC). CGIC merupakan anak usaha perseroan.
CGIC menerbitkan saham-saham baru dan seluruhnya diambil bagian oleh CBDK, sehingga terjadi peningkatan modal di CGIC dan penyertaan saham oleh CBDK pada CGIC, dari semula sebesar 55,89% menjadi sebesar 64,62%.
Baca Juga: Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Cetak Pendapatan Rp 2,2 Triliun di Sepanjang 2024
Kinerja Keuangan dan Saham CBDK
Pada tahun 2024, CBDK mencatatkan peningkatan pendapatan dan laba bersih.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di laman BEI, pendapatan bersih CBDK mencapai Rp 2,24 triliun pada 2024, meningkat 15,4% secara tahunan (year on year/YoY) dari Rp 1,95 triliun pada tahun sebelumnya.
Secara rinci, segmen penjualan tanah dan bangunan menjadi kontributor utama dengan nilai Rp 2,24 triliun.
Sementara itu, segmen lainnya menyumbang Rp 6,17 miliar, dan segmen sewa lahan mencatatkan pendapatan Rp 1 miliar.
CBDK membukukan laba bersih sebesar Rp 924,75 miliar pada 2024, melonjak 59,8% YoY dari Rp 578,54 miliar pada 2023.
Steven Kusumo bilang, pertumbuhan makroekonomi Indonesia yang mencapai 5,03% pada 2024 turut mendorong peningkatan permintaan di kawasan bisnis. Saat ini, CBDK memiliki total luas bank tanah sebesar 698 hektare.
"Peningkatan ini selaras dengan strategi CBDK dalam mengembangkan berbagai fasilitas pendukung di PIK 2, terutama di kawasan distrik bisnis," ujarnya.
CBDK mengantongi marketing sales Rp 2,1 triliun di tahun 2025. Kontribusi terbesar berasal dari pra-penjualan kavling komersial yang tercatat Rp 1,5 triliun, naik 78% yoy dari Rp 835 miliar di tahun sebelumnya.
Pencapaian itu diikuti oleh pra-penjualan residensial dan produk komersial yang masing-masing mencatatkan pra-penjualan sebesar Rp 318 miliar dan Rp 308 miliar.
Baca Juga: CBDK Raup Laba Rp 924,75 Miliar, Fokus Kembangkan Kawasan Bisnis PIK 2
Menurut Steven, CBDK juga memiliki berbagai produk yang dijual dengan inovasi tematik yang sedang dipasarkan saat ini. Konsep CBD PIK 2 dilengkapi dengan area perkantoran, yaitu Menara Syariah, SOHO The Bund, SOHO Manhattan, Manhattan Residence, dan SOHO Wallstreet.
Selain itu, anak usaha CBDK juga memiliki proyek lain di tahun 2025. Yaitu, Rukan Petak Sembilan, Rukan Milenial, Ruko Little Siam, Rumah Milenial, Permata Hijau Residence, Rukan Asia Afrika, dan Bizpark PIK 2 yang saat ini menjadi daya Tarik PIK2.
Steven melanjutkan, CBDK saat ini fokus memenuhi permintaan pasar properti di dalam kawasan terintegrasi dengan menyediakan distrik bisnis pusat yang strategis sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal dan internasional.
"Dalam jangka panjang, CBDK siap berkomitmen memberikan kualitas terbaik, menerapkan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan meningkatkan nilai tambah Perseroan bagi pemangku kepentingan," paparnya.
Kalau dilihat kinerja saham, pergerakannya memang agak menyita perhatian. Harga CBDK ada di level Rp 5.950 per saham per 27 Maret 2025, naik dari harga IPO di Rp 4.060 per saham. Dalam sebulan terakhir, saham CBDK sudah turun 15,3%.
Pada tanggal 27 Maret, CBDK pun mengumumkan rencana pembelian kembali alias buyback saham senilai Rp 1 triliun. Buyback akan dilaksanakan terhitung sejak 27 Maret 2025 hingga 26 Juni 2025 dengan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk untuk melakukan transaksi itu.
Baca Juga: Pendapatan Naik 15,4%, CBDK Optimistis dengan Bisnis MICE di Tahun 2025
Buyback saham dilakukan CBDK untuk menjaga keyakinan terhadap nilai pertumbuhan jangka panjang dan menjaga kestabilan antara fundamental perseroan dan fluktuasi kondisi pasar saat ini. “Serta, untuk menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan terus terjaga dalam mendukung usaha perseroan untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Christy.
Pembelian kembali saham memberikan indikasi bahwa CBDK memiliki likuiditas yang cukup untuk melakukan pembelian saham tanpa mengganggu kondisi keuangan hingga operasional. Sumber dana yang akan digunakan untuk pembelian kembali saham berasal dari optimalisasi kas internal Perseroan.
Sumber pendanaan ini telah memenuhi ketentuan POJK 29/2023. Pertama, tidak mempengaruhi kemampuan keuangan perseroan secara signifikan untuk memenuhi kewajiban yang akan jatuh tempo. Kedua, menggunakan dana internal perseroan
Ketiga, bukan merupakan dana hasil IPO. Keempat, bukan merupakan dana yang berasal dari pinjaman/utang dalam bentuk apapun.
Pelaksanaan pembelian kembali saham ini pun dianggap tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kinerja operasional dan pendapatan CBDK. “Karena, perseroan pada saat ini memiliki modal, saldo kas dan arus kas yang cukup untuk melakukan pembelian kembali saham,” ujar Christy.
Selanjutnya: Indonesia Bisa Gunakan Alasan Ini Untuk Negosiasi Tarif Perdagangan ke AS
Menarik Dibaca: Garuda Metalindo Bukukan Kinerja Solid di Kuartal IV 2024, Ekspor Jadi Penopang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News