kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Astra International (ASII) Siap Bikin Kejutan Laba, Ini Prospek dan Rekomendasinya!


Jumat, 17 Oktober 2025 / 03:34 WIB
Astra International (ASII) Siap Bikin Kejutan Laba, Ini Prospek dan Rekomendasinya!
ILUSTRASI. Kinerja keuangan PT Astra International Tbk (ASII) diperkirakan akan menghadirkan kejutan positif pada laporan laba kuartal III-2025.


Reporter: Rashif Usman | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Prospek Cerah tapi Tantangan Masih Ada

Secara terpisah, Investment Analyst Edvisor Provina Visindo, Indy Naila, menilai prospek ASII masih positif berkat dorongan penjualan otomotif, meski permintaan alat berat masih moderat.

“Kondisi ini bisa berdampak pada segmen bisnis ASII yang berkaitan dengan komoditas dan ekspor,” ucap Indy kepada Kontan, Kamis (16/10).

Indy menambahkan, pendapatan ASII akan semakin terdiversifikasi di tahun 2026, didukung kontribusi dari lini bisnis energi baru terbarukan dan infrastruktur. Namun, ia mengingatkan adanya risiko dari daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih dan ketidakpastian global yang bisa memengaruhi rantai pasok.

Tren kendaraan listrik (EV) juga disebut menjadi faktor penting yang perlu terus dipantau.

Tonton: IHSG Menghijau Hari Ini (16 Oktober 2025)

Valuasi Masih Murah, Rekomendasi Buy

Dari sisi valuasi, Indy menilai saham ASII masih atraktif, dengan PER 7,53 kali, di bawah rata-rata industri 9,87 kali. Ia merekomendasikan buy on weakness dengan target harga Rp 6.200 per saham.

“ASII memang patut dicermati dengan pemantauan kinerja keuangan secara kuartalan serta pembagian dividen di tahun 2026,” tambah Indy.

Sementara itu, Nashrullah memperkirakan saham ASII saat ini diperdagangkan di 7,5 kali P/E 2026, lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir di 7,8 kali. Ia juga merekomendasikan buy dengan target Rp 6.700 per saham, yang mencerminkan valuasi 9,5 kali P/E 2026 atau mendekati +1 standar deviasi.

“Ini dinilai wajar apabila Astra mampu mempertahankan pangsa pasar di atas 50%, menjaga konsistensi pembagian dividen dengan imbal hasil sekitar 7%, serta memberikan kejelasan lebih terkait katalis strategis seperti Total Shareholder Return (TSR) atau peluncuran kendaraan hybrid (HEV),” papar Nashrullah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×