kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Astra Agro Lestari (AALI) Optimistis Produksi Dapat Tumbuh 5% pada 2022


Rabu, 19 Oktober 2022 / 19:35 WIB
Pabrik pengolahan kelapa sawit PT Astra Agro Lestari Tbk di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menargetkan, produksi tandan buah segar (TBS) dan crude palm oil (CPO) perusahaan pada tahun 2022 dapat naik sebesar 5% dibanding tahun lalu. 

Sepanjang 2021, AALI mencatatkan produksi TBS sebanyak 4,32 juta ton dan CPO 1,95 juta ton.

Pada semester 1 2022, produksi TBS AALI sebanyak 1,47 juta ton dengan produksi CPO 638.000 ton.

Fenny A. Sofyan, Communication and Investor Relation Manager PT Astra Agro Lestari Tbk mengatakan, terjadi penurunan produksi TBS dan CPO pada paruh pertama tahun ini.

Baca Juga: Anak Usaha Astra Agro Lestari Bantah Tuduhan Perampasan Tanah Masyarakat

Produksi TBS inti dan plasma AALI turun 12,1% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi 1,96 juta ton dari 2,23 juta ton. Hal ini disebabkan oleh musim kemarau 2019 yang berefek hingga semester 1 tahun ini. 

Akan tetapi, AALI yakin target secara tahunan masih bisa terpenuhi dengan kinerja produksi pada semester 2 2022.

“AALI optimistis target pada tahun ini dapat tercapai karena secara tren pada kuartal III mengalami kenaikan walaupun pada kuartal IV biasanya ada sedikit koreksi,” kata Fenny, Rabu (19/10).

Untuk aspek keuangan, AALI juga yakin perusahaan dapat mencapai target tahunannya. Pasalnya, perusahaan dapat  melakukan penyesuaian dengan situasi dan kondisi eksternal, seperti kebijakan pemerintah serta situasi pasar dunia yang menyebabkan harga fluktuatif.

Baca Juga: Harga CPO Masih Bisa Mendaki, Saham Emiten Sawit Layak Koleksi

Saat ini, kebijakan pemerintah terkait pajak ekspor dan pungutan ekspor sudah mendukung agar ekspor kembali meningkat. Menurut Fenny, pasar ekspor AALI masih berjalan seperti biasanya. 

“Perusahaan masih fokus ekspor ke India, Cina, Pakistan dan negara lainnya yang tidak begitu banyak perubahan permintaan,” ucap Fenny.

Di sisi lain, saat ini pasokan minyak nabati lain sedang melimpah sehingga menyebabkan penurunan harga CPO.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×