Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli
Sementara itu, utang jangka pendek meningkat menjadi Rp 8,70 triliun, atau naik 135% secara QoQ.
Maka Sukarno bilang, leverage JSMR meningkat, tetapi kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban utangnya masih berada pada level yang dapat dikelola.
Di sisi lain, Nafan menjelaskan investor perlu mencermati sejumlah risiko. Salah satunya adalah potensi kenaikan beban bunga dan leverage apabila ekspansi dilakukan secara agresif, mengingat kebutuhan belanja modal industri jalan tol yang relatif besar.
Risiko lainnya mencakup perlambatan trafik, keterlambatan penyesuaian tarif, kenaikan biaya konstruksi, hingga keterlambatan penyelesaian proyek yang dapat mempengaruhi kinerja JSMR.
Baca Juga: Jasa Marga (JSMR) Transaksi Shareholder Loan Rp 6,54 Triliun, Ini Tujuannya
Dari sisi kinerja keuangan, Sukarno memperkirakan pendapatan JSMR bisa mencapai Rp 30,31 triliun pada 2026, naik sekitar 1,4% secara tahunan dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp 29,89 triliun.
Sejalan dengan itu, laba bersih JSMR diproyeksikan mencapai Rp 3,75 triliun, meningkat sekitar 2,4% YoY dari realisasi laba bersih 2025 sebesar Rp 3,66 triliun.
Sukarno pun memberikan rekomendasi untuk buy saham JSMR dengan target harga diturunkan menjadi Rp 3.800 dari sebelumnya Rp 3.850 per saham. Kemudian Etta merekomendasikan untuk buy saham JSMR dengan target harga 12 bulan Rp 4.500 per saham.
Tak ketinggalan Nafan memberikan rekomendasi kepada investor untuk add saham JSMR dengan target harga Rp 3.240 per saham
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














