Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) masih memiliki ruang untuk meningkatkan kinerja bisnis di tengah pertumbuhan trafik dan peluang optimalisasi aset jalan tol.
Pengembangan ruas baru serta transformasi portofolio juga menjadi faktor yang dapat menopang pertumbuhan perseroan dalam jangka menengah.
Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada mengatakan, investor dapat mencermati sejumlah indikator untuk melihat prospek JSMR.
Baca Juga: Asing Net Sell Rp 1,79 Triliun, Cermati Saham yang Banyak Dijual Asing, Jumat (18/9)
Indikator tersebut antara lain kinerja operasional, perkembangan trafik, kontribusi ruas baru, struktur biaya dan pendanaan, hingga perkembangan proyek strategis perseroan.
"Ada sejumlah aspek. Dengan kombinasi antara fundamental bisnis jalan tol, pengembangan proyek strategis, dan peluang optimalisasi portofolio dalam ekosistem BUMN, JSMR berpotensi mempertahankan daya tariknya di tengah dinamika sektor infrastruktur dan pasar modal Indonesia," ujar Reza dalam keterangannya, Jumat (18/9//2026).
Dari sisi kinerja keuangan, JSMR membukukan pendapatan usaha Rp10,31 triliun pada semester I 2026. Realisasi tersebut tumbuh 7,6% secara tahunan atau year on year (YoY), ditopang pendapatan tol sebesar Rp9,5 triliun yang meningkat 6,8% YoY.
Pendapatan usaha lainnya juga tumbuh 17,6% YoY menjadi Rp798,2 miliar. Pertumbuhan pendapatan tersebut turut mendorong EBITDA JSMR menjadi Rp6,99 triliun, naik 8,1% YoY. Margin EBITDA perseroan meningkat menjadi 67,8%.
Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp1,91 triliun atau tumbuh 2% YoY.
Baca Juga: Fitch Pangkas Rating Pos Indonesia Jadi RD (idn) Usai Gagal Bayar Sukuk
Dari sisi struktur keuangan, gearing ratio JSMR berada di level 1,2 kali. Adapun interest coverage ratio (ICR) meningkat menjadi 3,9 kali.
Reza mengatakan, karakteristik bisnis jalan tol yang membutuhkan investasi dalam jangka panjang membuat kemampuan perseroan menghasilkan EBITDA dan arus kas menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pertumbuhan.
Menurut dia, ruang pertumbuhan JSMR juga tidak hanya berasal dari penambahan panjang jalan tol yang dikelola.
Produktivitas setiap ruas dalam menghasilkan trafik, pendapatan, EBITDA, serta imbal hasil atas modal yang diinvestasikan turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
"Selain kinerja operasional, pengembangan jaringan jalan tol menjadi salah satu faktor yang berpotensi mendukung pertumbuhan JSMR dalam jangka menengah. Karena itu, optimalisasi ruas yang telah beroperasi maupun percepatan kontribusi ruas baru menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan JSMR," ujar Reza.
Saat ini, JSMR merupakan salah satu pemain utama dalam industri jalan tol Indonesia dengan sekitar 42% pangsa pasar jalan tol komersial berdasarkan ruas yang telah beroperasi.
Baca Juga: Transaksi OTC Tokocrypto Naik 64 Kali Lipat, Pengguna Tembus 5 Juta
Perseroan mengelola sekitar 1.294 kilometer (km) jalan tol operasional dengan total konsesi sekitar 1.736 km. Dari 36 konsesi yang dikelola JSMR, sebanyak 29 ruas telah beroperasi penuh.
Adapun tiga ruas masih beroperasi sebagian, yakni Bogor Ring Road sepanjang 13,30 km, Solo-Yogyakarta sepanjang 96,57 km, serta Ngawi-Kertosono-Kediri sepanjang 114,9 km. Selain itu, terdapat tiga ruas lainnya yang belum beroperasi.
Ke depan, Reza menilai kinerja JSMR tidak hanya akan ditentukan oleh besarnya portofolio jalan tol. Kualitas aset, produktivitas ruas, kemampuan menghasilkan arus kas, efisiensi pendanaan, serta tingkat pengembalian investasi juga menjadi faktor penting dalam menentukan pertumbuhan perseroan.
Selain itu, agenda transformasi BUMN dan optimalisasi portofolio di lingkungan BUMN berpotensi memengaruhi arah pengembangan bisnis JSMR dalam jangka menengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














