CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

Akhir pekan, bursa Asia tak banyak bergerak


Jumat, 28 Februari 2014 / 08:20 WIB
ILUSTRASI. IHSG pada Rabu (12/10) diprediksikan akan melemah seiring pelemahan rupiah. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Mayoritas saham yang diperdagangkan di bursa Asia pagi ini (28/2) tak banyak mencatatkan perubahan. Mengutip data Bloomberg, pada pukul 09.32 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun kurang dari 0,1% menjadi 137,92. Jika ditotal, sepanjang bulan ini, indeks acuan di kawasan regional ini sudah menanjak sebesar 2,3%.

Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa Asia. Beberapa di antaranya yakni: James Hardie Industries Plc yang naik 6,1% di Sydney, Mixi Inc naik 5,6% di Tokyo, dan Foster Electric Co anjlok 14% di Tokyo.

Analis menilai, pelaku pasar saat ini mengambil langkah hati-hati karena banyaknya risiko yang ada. Besok (1/3), misalnya, pemerintah China akan merilis data manufaktur. Selain itu, pelaku pasar juga masih mempelajari pernyataan pimpinan the Federal Reserve Janet Yellen yang akan menunda strategi pemangkasan stimulusnya jika perekonomian melemah.

"Kami masih mempelajari kepentingan yang ada di pasar, namun sepertinya banyak yang harus diperhatikan di sini. Tahun lalu, pasar terbilang murah dan ada kesempatan valuasi yang besar di sana. Saat ini, banyak kesempatan valuasi sudah diambil sehingga outlook-nya mulai menurun," jelas Angus Gluskie, money manager White Funds Management.

Catatan saja, indeks MSCI Asia Pacific sudah mendaki 6% dari posisi terendahnya tahun ini pada 4 Februari hingga kemarin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×