kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.056   22,00   0,12%
  • IDX 5.003   -181,72   -3,50%
  • KOMPAS100 632   -25,63   -3,90%
  • LQ45 489   -19,28   -3,79%
  • ISSI 173   -6,62   -3,69%
  • IDX30 274   -9,93   -3,50%
  • IDXHIDIV20 358   -8,22   -2,24%
  • IDX80 73   -2,85   -3,78%
  • IDXV30 101   -0,94   -0,92%
  • IDXQ30 90   -3,11   -3,34%

Bursa Asia pagi ini tak bersemangat


Kamis, 27 Februari 2014 / 09:03 WIB
ILUSTRASI. Agen asuransi bertatap muka dengan nasabah dengan tetap menjalani protokol kesehatan di kantor asuransi jiwa BRI Life, Jakarta, Jumat (21/5/2021). (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Mayoritas saham yang diperdagangkan di bursa Asia mengalami penurunan pagi ini (27/2). Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, pada pukul 09.56 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,4%.

Kondisi itu dipicu oleh penurunan sejumlah indeks acuan di kawasan regional. Indeks Topix Jepang, misalnya, turun 0,5%. Sementara, penurunan juga terlihat pada indeks S&P/ASX 200 Australia yang turun 0,5%. Sementara, indeks Kospi Korea Selatan tak banyak mencatatkan perubahan.

Salah satu penyebab penurunan bursa Asia adalah pelemahan sejumlah mata uang emerging market. Won merupakan di antaranya. Pagi ini, won Korea Selatan melemah 0,4%. Selain itu, aussie Australia juga melemah 0,4%.

Selain itu, pelaku pasar juga masih mengkhawatirkan mengenai perlambatan ekonomi China dan emerging market. Beredar pula mengenai spekulasi bahwa dalam testimoninya pada hari ini di hadapan Senat AS, Pimpinan the Federal Reserve Janet Yellen akan menegaskan untuk melanjutkan langkah pemangkasan stimulus.

"Market saat ini dalam posisi menunggu perkembangan terbaru. Perlambatan ekonomi di China, risiko pada ekonomi emerging dan pertanyaan seberapa kuat proses pemulihan ekonomi AS menjadi isu-isu yang tengah diperhatikan pasar saat ini," urai Stephen Halmarick, head of investment market research Colonial First State Global Asset Management.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×