CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

Asing Borong Saham Big Banks, IHSG Menguat pada Awal Perdagangan Senin (20/7)


Senin, 20 Juli 2026 / 10:24 WIB
Asing Borong Saham Big Banks, IHSG Menguat pada Awal Perdagangan Senin (20/7)
ILUSTRASI. IHSG Menguat-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada awal perdagangan pekan ini. Senin (20/7/2026), IHSG tercatat menguat 1,14% ke level 6.246, didorong oleh kenaikan saham-saham sektor perbankan.

Penguatan ini tidak lepas dari aksi beli investor asing yang kembali mengalir deras ke saham-saham bank berkapitalisasi besar (big banks).

Tim analis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya yang dikutip Kontan, Senin (20/7/2026), mengungkapkan bahwa investor asing kembali melakukan akumulasi pada saham-saham perbankan utama.

Baca Juga: Harga Emas Antam Diperkirakan Sekitar Rp 2,43 Juta – Rp 2,72 Juta Per Gram Pekan Ini

“Investor asing kembali melakukan akumulasi pada saham big banks,” tulisnya.

Pada perdagangan terakhir, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan net buy sebesar Rp698 miliar. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat net buy Rp267 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp374 miliar.

Sebelumnya, pada perdagangan Jumat (17/7/2026), investor asing juga membukukan net buy sebesar Rp725 miliar di pasar reguler. Tiga saham perbankan tersebut kembali menjadi kontributor utama akumulasi dana asing.

Sentimen positif di pasar juga ditopang oleh langkah Bank Indonesia (BI) yang menegaskan bahwa bank nasional tidak akan menanggung kerugian BI dalam skema stabilisasi nilai tukar rupiah.

Selain itu, penguatan instrumen stabilisasi nilai tukar turut memberikan kepercayaan tambahan bagi pelaku pasar.

Menurut analis, jika tren aliran dana asing (inflow) ini berlanjut, maka saham-saham big banks berpotensi kembali menjadi motor penggerak utama IHSG.

Hal ini didukung oleh fundamental yang solid serta bobot kapitalisasi yang besar dalam indeks.

Baca Juga: Rupiah Spot Melemah 0,37% ke Rp 17.988 per Dolar AS pada Senin (20/7) Pagi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×