CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

Resmi! MSCI Longgarkan Aturan, Peluang Saham RI Masuk Indeks Global Makin Besar


Senin, 20 Juli 2026 / 09:04 WIB
Resmi! MSCI Longgarkan Aturan, Peluang Saham RI Masuk Indeks Global Makin Besar
ILUSTRASI. Resmi! MSCI Longgarkan Aturan, Peluang Saham RI Masuk Indeks Global Makin Besar


Reporter: Adi Wikanto, Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Peluang saham-saham Indonesia untuk menambah keterwakilan di MSCI Global Standard Index semakin terbuka. Namun penambahan tersebut baru bisa terjadi setelah MSCI mengeluarkan Indonesia dari pembekuan atau freeze terhadap saham Indonesia dalam MSCI Global Investable Market Indexes (GIMI) setelah Index Review Agustus 2026.

Dilansir dari Kompas.com, Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi memberi sinyal akan melonggarkan metodologi penyaringan saham yang mengalami lonjakan harga ekstrem atau Extreme Price Increase (EPI) mulai rebalancing indeks Agustus 2026.

Kebijakan ini dinilai menjadi sentimen positif bagi pasar modal Indonesia karena berpotensi membuka jalan bagi lebih banyak emiten domestik, khususnya saham berkapitalisasi besar (big caps), untuk masuk ke indeks global MSCI.

Investment Specialist KISI Sekuritas, Azharys Hardian, mengatakan pelonggaran aturan EPI membuat peluang saham Indonesia untuk masuk ke MSCI Global Standard Index menjadi lebih besar dibanding sebelumnya.
"Dengan adanya pelonggaran ini, peluang saham Indonesia untuk bisa masuk ke dalam indeks global menjadi jauh lebih besar," ujar Azharys kepada Kompas.com, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, metodologi EPI yang sebelumnya diterapkan MSCI cenderung terlalu ketat sehingga kerap menghambat saham-saham domestik dengan kapitalisasi pasar besar untuk masuk ke indeks global hanya karena mengalami volatilitas harga dalam jangka pendek.

Selain meningkatkan peluang inklusi saham Indonesia, perubahan metodologi ini juga membuat pelaku pasar lebih mudah memproyeksikan saham-saham yang berpotensi masuk dalam MSCI Global Standard Index pada setiap periode rebalancing.

Baca Juga: Kuota Ditambah Jadi Rp 30 T, Ini Cara Pesan ORI030 Sebelum Batas Akhir 31 Juli 2026

MSCI mengumumkan bahwa saham yang masuk kategori EPI dengan Foreign Inclusion Factor (FIF) sebesar 0,75 atau lebih akan dikecualikan dari proses penyaringan EPI. Dengan demikian, saham tersebut tetap dapat dipertimbangkan masuk ke MSCI Global Standard Index selama memenuhi seluruh persyaratan lainnya.

Sementara itu, saham kategori EPI dengan FIF di bawah 0,75 akan melalui sejumlah ketentuan tambahan. Bagi saham yang belum menjadi konstituen MSCI Investable Market Index (IMI), saham tersebut tidak akan langsung ditambahkan ke MSCI Global Standard Index dan akan dievaluasi kembali pada periode peninjauan berikutnya.

MSCI juga menetapkan perlakuan khusus bagi saham konstituen MSCI Small Cap Index yang mengalami lonjakan harga ekstrem dengan mempertimbangkan kapitalisasi pasar dan kapitalisasi pasar yang telah disesuaikan dengan free float.

Azharys menilai aturan baru ini berpotensi meningkatkan jumlah saham Indonesia yang masuk ke dalam indeks global MSCI. Sebab, hambatan yang selama ini muncul akibat volatilitas harga saham berkapitalisasi besar mulai dikurangi.
"Begitu aturan ini dilonggarkan, pintu bagi emiten Indonesia untuk lolos rebalancing MSCI otomatis terbuka lebih lebar," jelasnya.

Perubahan metodologi ini akan mulai berlaku pada tinjauan MSCI Global Standard Index Agustus 2026 dan diperkirakan menjadi salah satu katalis positif bagi pasar saham domestik dalam jangka pendek.

Pelaku pasar kini menantikan emiten-emiten Indonesia yang berpotensi menjadi penghuni baru MSCI Global Standard Index setelah revisi aturan tersebut resmi diterapkan.

Tonton: Pedagang Buah Tertipu Pengadaan MBG Rp170 Juta, Kasus Naik ke Penyidikan

Pembekuan Saham Indonesia 

MSCI membekukan saham-saham Indonesia dari review index. Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut hasil MSCI 2026 Market Classification Review. Dengan demikian, kebijakan pembekuan yang telah berlaku sebelumnya masih akan diterapkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Dalam pengumuman resmi yang dirilis Selasa (7/7/2026), MSCI menyatakan tetap membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) maupun Number of Shares (NOS) untuk seluruh saham Indonesia.

Baca Juga: MSCI Tetap Bekukan Saham Indonesia dalam Index Review Agustus 2026

Selain itu, MSCI juga tidak akan memasukkan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Kebijakan tersebut sekaligus menutup peluang penambahan konstituen Indonesia pada review Agustus tahun ini.

MSCI juga memastikan tidak akan menerapkan kenaikan kelas (upward migration) antar segmen indeks. Dengan demikian, saham berkapitalisasi kecil belum dapat naik ke indeks MSCI Global Standard pada periode peninjauan tersebut.

MSCI tetap akan menghapus saham yang masuk dalam kerangka High Shareholding Concentration (HSC). MSCI juga tetap menggunakan data keterbukaan kepemilikan pemegang saham 1% untuk menyesuaikan estimasi free float apabila diperlukan. 





Sebagian artikel telah tayang di https://money.kompas.com/read/2026/07/19/130000226/kabar-baik-dari-msci-perubahan-aturan-seleksi-dorong-peluang-saham-ri-masuk?page=all#page2.
 

MSCI Longgarkan Aturan, Peluang Saham Konglomerat Indonesia Masuk Indeks Global Makin Besar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×