Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berlangsung beragam pada Selasa (18/8/2026).
Won Korea Selatan dan ringgit Malaysia menjadi dua mata uang dengan penguatan terbesar, sementara rupiah tercatat melemah tipis.
Mengacu data Reuters pada pukul 02.02 GMT, won menguat 0,33% menjadi 1.411 won per dolar AS. Ringgit juga naik 0,35% menjadi 4,046 ringgit per dolar AS.
Dolar Taiwan menguat 0,23% menjadi 31,780 per dolar AS. Sementara itu, dolar Singapura naik 0,05% menjadi 1,278 per dolar AS.
Baca Juga: Data Ekonomi AS Lemah, Rupiah Menguat ke Rp 17.798 per Dolar AS
Sebaliknya, rupiah melemah 0,08% menjadi Rp17.835 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.820 per dolar AS.
Baht Thailand turun 0,08% menjadi 33,040 per dolar AS, sedangkan yen Jepang melemah 0,06% menjadi 159,520 per dolar AS.
Peso Filipina menjadi salah satu mata uang yang melemah paling besar pada perdagangan tersebut, turun 0,20% menjadi 61,593 per dolar AS. Yuan China juga turun 0,03% menjadi 6,744 per dolar AS. Rupee India relatif stabil di 95,603 per dolar AS.
Secara kinerja sepanjang 2026, rupiah masih menjadi salah satu mata uang Asia dengan pelemahan terdalam. Rupiah telah turun 6,53% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp16.670 per dolar AS.
Rupee India juga melemah 6% sepanjang tahun berjalan, disusul baht Thailand yang turun 4,81% dan peso Filipina yang merosot 4,53%.
Baca Juga: Rupiah Menanti Rilis Data AS pada Kamis (13/8)
Di sisi lain, won Korea Selatan mencatat penguatan 2,02% sejak akhir 2025. Yuan China menguat 3,62%, sementara dolar Singapura naik 0,59%.
Ringgit Malaysia relatif stabil dengan penguatan 0,25% sepanjang 2026. Yen Jepang menjadi salah satu mata uang yang masih tertekan, melemah 1,80% sejak akhir tahun lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
