Reporter: Yuliana Hema | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mulai menunjukkan pemulihan setelah sempat mengalami tekanan tajam menyusul perubahan ketentuan batas bawah harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan Jumat (2/10), saham GOTO ditutup menguat 7,14% ke level Rp 30 per saham.
Penguatan tersebut terjadi pada hari keempat setelah BEI menghapus batas bawah harga saham (floor price) Rp 50 per saham dan mengubahnya menjadi Rp 1 per saham. Kendati demikian, dalam sepekan terakhir saham perusahaan teknologi yang dipimpin Hans Patuwo tersebut masih terkoreksi sekitar 40%.
Direktur & Sekretaris Perusahaan GOTO R.A. Koesoemohadiani mengatakan perubahan mekanisme perdagangan memberikan kesempatan bagi pemegang saham yang sebelumnya telah mengantre untuk menjual sahamnya dalam menyesuaikan portofolio.
“Manajemen GOTO meyakini bahwa harga saham GOTO saat ini tidak mencerminkan fundamental bisnis yang terus menerus menguat,” jelasnya dalam keterbukaan informasi, Kamis (1/10/2026).
Baca Juga: IHSG Tertekan 3,28% Sepekan, Simak Saham Pilihan untuk Pekan Depan
Perempuan yang akrab disapa Diani tersebut menjelaskan bahwa dinamika harga saham GOTO lebih banyak dipengaruhi oleh berbagai aspek teknis. Di sisi lain, kinerja bisnis perseroan masih menunjukkan pertumbuhan positif.
Pada kuartal II-2026, GOTO membukukan laba bersih sebesar Rp 252 miliar. Capaian tersebut menjadi laba bersih selama dua kuartal berturut-turut. Pada periode yang sama, pendapatan bersih GOTO mencapai Rp 5,7 triliun, sementara EBITDA yang disesuaikan tercatat sebesar Rp 1 triliun.
“Manajemen GOTO tetap fokus memperkuat kinerja bisnis, yang manajemen GOTO yakini akan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham,” jelas Diani.
Selain memperkuat kinerja operasional, GOTO juga memiliki mandat untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback. Diani menjelaskan, perseroan telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Juni 2026 untuk melakukan buyback dengan anggaran Rp 3,5 triliun selama periode 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.
“Implementasi dari pembelian kembali saham oleh manajemen GOTO akan bergantung pada keputusan manajemen, dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi pasar hingga potensi dampak perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata dia.
Terbaru, GOTO juga akan meminta persetujuan RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Oktober 2026 untuk melakukan pengurangan modal dengan menarik saham treasuri hasil pembelian kembali sebanyak 32,18 miliar saham.
“Saham treasuri GOTO tersebut diperoleh melalui pembelian kembali dari pemegang saham pada program pembelian kembali saham GOTO sejak tanggal 12 Juni 2024–11 Juni 2025,” jelas Diani.
Baca Juga: Krakatau Steel (KRAS) Merger Empat Anak Usaha, Krakatau Baja Jadi Perusahaan Penerima
Valuasi Saham GOTO
Equity Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta mengatakan tekanan terhadap harga saham GOTO perlu dicermati bersamaan dengan perbaikan kinerja perseroan. GOTO diketahui telah membukukan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut.
“Pada harga saat ini, saham GOTO sudah diperdagangkan di bawah satu kali nilai buku atau price-to-book value, padahal perusahaan sudah untung. Ini menunjukkan valuasi saham sudah rendah dibandingkan nilai buku perusahaan,” katanya, Jumat (2/10).
Kafi juga mencermati tingginya nilai transaksi saham GOTO di tengah tekanan harga. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan adanya aktivitas pasar pada level harga saat ini, meskipun belum dapat menjadi indikasi bahwa harga saham telah berbalik arah.
Sepanjang perdagangan Jumat (2/10), nilai transaksi saham GOTO mencapai Rp 2,68 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 97,54 miliar saham. Sepanjang sesi perdagangan, saham GOTO bergerak pada kisaran Rp 26–Rp 28 per saham.
Di sisi lain, Kafi menyoroti rencana buyback GOTO senilai Rp 3,5 triliun. Menurutnya, rentang harga saham GOTO saat ini dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi manajemen dalam menjalankan program pembelian kembali saham.
Baca Juga: Pasar Saham Tertekan, Ini Kinerja Reksadana pada September 2026
“Harga yang sudah terdiskon seperti sekarang menjadi waktu yang baik untuk mempertimbangkan pembelian kembali saham. Pelaksanaannya dapat menjadi sinyal keyakinan manajemen terhadap nilai perusahaan sekaligus mendukung kepercayaan investor,” jelasnya.
Sementara itu, Senior Equity Research Analyst Phillip Sekuritas Indonesia Edo Ardiansyah mengatakan GOTO memiliki bisnis dengan pendapatan yang tumbuh dan tingkat profitabilitas yang terus membaik.
Edo menyebut kisaran harga wajar saham GOTO berdasarkan konsensus berada di Rp 65 hingga Rp 74 per saham. Kisaran tersebut menunjukkan perbedaan yang cukup lebar dibandingkan dengan harga saham GOTO saat ini.
“Selisihnya memang lebar. Namun, potensi kenaikan itu baru akan lebih mudah terealisasi ketika tekanan jual mereda dan investor kembali menilai GoTo berdasarkan kinerja bisnisnya,” ucapnya.
Menurut Edo, perkembangan fundamental menjadi salah satu faktor penting ketika tekanan terhadap harga saham mulai mereda. Rencana buyback juga memberikan ruang bagi perseroan untuk menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














