kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

WIKA Beton (WTON) Garap Proyek Metro Manila Subway, Nilai Kontrak US$ 10,7 Juta


Selasa, 07 April 2026 / 09:28 WIB
Diperbarui Selasa, 07 April 2026 / 10:19 WIB
WIKA Beton (WTON) Garap Proyek Metro Manila Subway, Nilai Kontrak US$ 10,7 Juta
ILUSTRASI. Wika Beton (WTON) Resmi Masuk Proyek Metro Manila Subway (Dok/WTON)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) kembali ikut menggarap proyek Metro Manila Subway Project (MMSP) di Filipina. 

Dalam proyek ini, WTON berpartisipasi melalui entitas anak usahanya, PT Wijaya Karya Komponen Beton (WIKA Kobe). WIKA Kobe akan memasok komponen penting pada sistem lintasan kereta. 

Proyek Metro Manila Subway didukung oleh pembiayaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan dilaksanakan oleh Colas Rail sebagai kontraktor trackwork. 

Baca Juga: WIKA Beton (WTON) Catat Penurunan Pendapatan dan Laba Sepanjang 2025

Kolaborasi tersebut secara resmi dimulai melalui pelaksanaan kick-off meeting antara WIKA Kobe dan Colas Rail di Pabrik Produk Beton (PPB) Majalengka, Jawa Barat. Pertemuan itu membahas ruang lingkup teknis serta rencana produksi untuk suplai bantalan jalan rel beton pratekan (PC sleeper) pada paket kontrak CP106. 

Bantalan jalan rel beton tersebut nantinya akan digunakan untuk kebutuhan depot maupun jalur utama dalam sistem Metro Manila Subway. 

Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara mengatakan, nilai kontrak untuk proyek ini sekitar US$ 10,7 juta.

Baca Juga: WIKA Beton (WTON) Targetkan Kontrak Baru Rp 5 Triliun, Optimalkan Pabrik Eksisting

“Seluruh proses manufaktur akan dilakukan di PPB Majalengka, yang dilengkapi teknologi produksi modern serta sistem pengendalian kualitas yang dirancang untuk memenuhi standar proyek infrastruktur internasional,” katanya, Senin (6/4/2026).

Setelah proses produksi, bantalan jalan rel beton tersebut akan didistribusikan dari pabrik di Majalengka menuju Pelabuhan Tanjung Priok, sebelum kemudian dikirim melalui jalur laut menuju Pelabuhan Manila, Filipina. 

Produksi massal dan pengiriman produk direncanakan berlangsung secara bertahap hingga tahun 2029, sebagai bagian dari dukungan berkelanjutan terhadap pengembangan jaringan Metro Manila Subway. 

Kuntjara meyakini, keterlibatan WTON dalam proyek ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi industri manufaktur Indonesia dalam rantai pasok infrastruktur global.

Proyek ini juga diakui sejalan dengan strategi jangka panjang WTON untuk memperluas jangkauan pasar internasional.

“Melalui kolaborasi bersama Colas Rail dengan dukungan pembiayaan dari JICA, kami bangga dapat berkontribusi dalam pembangunan sistem transportasi urban modern sekaligus menunjukkan bahwa produk dan teknologi manufaktur Indonesia mampu memenuhi standar proyek infrastruktur kelas dunia," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×