kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.741   18,00   0,10%
  • IDX 6.406   -95,98   -1,48%
  • KOMPAS100 833   -14,48   -1,71%
  • LQ45 633   -9,40   -1,46%
  • ISSI 225   -3,43   -1,50%
  • IDX30 354   -4,60   -1,28%
  • IDXHIDIV20 432   -4,21   -0,97%
  • IDX80 95   -1,63   -1,69%
  • IDXV30 120   -1,45   -1,19%
  • IDXQ30 113   -1,10   -0,97%

Wijaya Karya (WIKA) optimistis kemampuan leverage perusahaan masih luas


Rabu, 26 Februari 2020 / 19:12 WIB
ILUSTRASI. Foto terowongan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung yang dikerjakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Herlina Kartika Dewi

Lalu pada 2022 WIKA berencana menerbitkan perpetual bonds Rp 1,5 triliun, tahun 2023 senilai Rp 2,5 triliun dan tahun 2024 menerbitkan Rp 3,5 triliun. 

Baca Juga: Kebanjiran Proyek, BUMN Karya Makin Tajir

Pada tahun ini, Wijaya Karya masih fokus pada bisnis infrastruktur dan bangunan. Bisnis tersebut diproyeksikan bisa berkontribusi sekitar 56,37% pada pendapatan dengan kontribusi laba bersih 34,79%. Selanjutnya, bisnis Wijaya Karya didukung oleh energi dan pabrik industri yang diproyeksikan menyumbang 15,39% ke pendapatan dan 18,28% ke laba bersih perusahaan. 

Selanjutnya, 5% kontribusi penjualan WIKA berasal dari pengembangan properti dan 1,23% dari investasi. Masing-masing diproyeksikan menyumbang laba bersih 3,65% dan 1,07%. 

Lebih lanjut, perusahaan tengah menggarap proyek strategis Kijing Terminal di Mempawah Kalimantan Selatan dengan nilai investasi Rp 2,49 triliun, Bendungan Kuwil Kawangkoan dengan nilai investasi Rp 605 miliar, dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan nilai Rp 15,68 triliun. 

Adapun, progres terminal Kijing mencapai 49,13%, Bendungan Kuwil Kawangkoan 67,46% dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung 41,01%. Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditargetkan beroperasi pada 2021. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×