kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Kelola ETF FTSE Indonesia, Begini Kata Pinnacle Soal Penundaan Review FTSE Russell


Selasa, 10 Februari 2026 / 19:44 WIB
Kelola ETF FTSE Indonesia, Begini Kata Pinnacle Soal Penundaan Review FTSE Russell
ILUSTRASI. Penundaan review FTSE Russell tidak berdampak langsung secara signifikan terhadap minat investor maupun flow dalam jangka pendek. (Budrul Chukrut/SOPA Images via Reuters)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pinnacle Investment, manajer investasi pengelola ETF berbasis indeks FTSE Indonesia, menilai penundaan review indeks oleh FTSE Russell belum berdampak signifikan terhadap arus dana investor dalam jangka pendek. 

CEO Pinnacle Investment Guntur Putra menilai penundaan review tersebut tidak berdampak langsung secara signifikan terhadap minat investor maupun flow dalam jangka pendek.

Menurutnya, investor institusi dan jangka panjang, umumnya masih melihat fundamental pasar Indonesia yang relatif solid, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi, stabilitas makro maupun prospek emiten.

“Dalam short-medium term, penundaan ini dapat memengaruhi sentimen dan persepsi investor global yang sangat bergantung pada klasifikasi pasar dan keputusan penyedia indeks global,” kata Guntur kepada Kontan, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: Keputusan FTSE Russel Cenderung Direspons Negatif Investor Global, Ini Kata Analis

Karena itu, lanjut Guntur, meskipun belum terlihat tekanan fund flow yang material, kejelasan arah kebijakan tetap menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor asing ke depan.

Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyiapkan 8 langkah reformasi integrasi pasar modal. 

Ini termasuk kebijakan baru free float dari yang tadinya minimal 7,5% menjadi 15%, transparansi Ultimate Beneficial Ownership (UBO), penguatan data kepemilikan saham hingga rencana demutualiasi. 

Guntur menilai, semua aspek cukup penting. Namun, aspek reformasi yang paling krusial untuk segera diperjelas adalah kepastian dan konsistensi regulasi pasar dan peningkatan transparansi dan kualitas keterbukaan informasi emiten.

“Serta penyempurnaan mekanisme perdagangan dan likuiditas pasar untuk memastikan pasar yang terjadi teratur, wajar, dan efisien,” ucapnya.

Guntur mencermati, transparansi kebijakan dan koordinasi antar-otoritas juga menjadi perhatian utama penyedia indeks global. Menurutnya, kejelasan roadmap reformasi akan sangat membantu.

“Termasuk implementasi kebijakan yang terukur dan dapat diprediksi, akan sangat membantu dalam memberikan keyakinan pasar Indonesia tetap berkomitmen pada praktik yang sejalan dengan standar internasional,” jelasnya.

Baca Juga: Pengumuman Terbaru dari FTSE Russel Bawa Sentimen Jangka Pendek bagi IHSG

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×