kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Ekspansi FTTH dan IRU Jadi Motor Pertumbuhan INET Mulai 2027


Selasa, 10 Februari 2026 / 20:07 WIB
Ekspansi FTTH dan IRU Jadi Motor Pertumbuhan INET Mulai 2027
ILUSTRASI. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) atau Sinergy Networks (Dok/Sinergy Networks )


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekspansi agresif PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) ke segmen FTTH (Fiber To The Home)  dan Indefeasible Right of Use (IRU) kabel laut diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan baru, dengan kontribusi pendapatan signifikan mulai buku 2027. 

Equity Research BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta & Erindra Krisnawan, mencermati INET tengah memperluas bisnisnya ke tiga pilar pertumbuhan utama, yakni kontrak FTTH, B2C FTTH, dan IRU Sistem Komunikasi Kabel Laut.

INET akan mendukung pembangunan FTTH PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan target konstruksi 2 juta home-pass hingga tahun buku 2028, dengan indikasi total nilai kontrak sekitar Rp 540 miliar.

Baca Juga: Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Catatkan Obligasi dan Sukuk Sejumlah Rp 1 Triliun

Secara paralel, INET berencana memulai IRU SKKL pada April 2026 dengan mengamankan total kapasitas 20 Tbps. Sebanyak 10 Tbps dikunci WIFI sebagai pelanggan jangkar, sementara sisanya dimonetisasi ke ISP lain.

Pendorong pertumbuhan terbesar diperkirakan berasal dari segmen B2C FTTH yang mulai beroperasi pada tahun buku 2026, dengan target 2 juta home-pass di Bali–Lombok dan 800 ribu home-pass di Kalimantan Barat.

“Ketiga pilar bisnis baru ini masih sangat terkait secara operasional dengan WIFI, dengan risiko eksekusi, khususnya kualitas layanan dan churn, yang sebagian besar ditanggung INET dalam kontrak FTTH,” tulis Kafi dan Erindra.

Mereka memproyeksikan akselerasi signifikan pada pendapatan dan laba mulai tahun buku 2027, didorong oleh peluncuran B2C FTTH, meski ketidakpastian struktur komersialisasi tetap menjadi risiko utama.

Baca Juga: Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Kena Suspensi BEI, Begini Rekomendasi Sahamnya

Berdasarkan proyeksi konsensus, INET diperdagangkan pada valuasi EV/EBITDA 15,1 kali untuk 2026 dan 9,4 kali pada 2027. Menurut Kafi dan Erindra angka tersebut masih wajar bagi emiten sektor ISP/FiberCo.

Selanjutnya: Sentimen Ramadan Dorong Kinerja Emiten Konsumer hingga Ritel, Ini Rekomendasinya

Menarik Dibaca: 3 Warna Cat Kamar Tidur yang Sebaiknya Dihindari agar Tidur Lebih Berkualitas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×