kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall Street Dibuka Naik karena Yield US Treasury Terus Turun pada Rabu (11/10)


Rabu, 11 Oktober 2023 / 21:40 WIB
Wall Street Dibuka Naik karena Yield US Treasury Terus Turun pada Rabu (11/10)
ILUSTRASI. Wall Street


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks utama Wall Street menguat karena imbal hasil US Treasury jangka panjang terus menurun pada hari Rabu (11/10).

Sementara investor mengabaikan data inflasi yang lebih panas dari perkiraan dan menunggu notulen dari pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve (FOMC).

Melansir Reuters, pukul 9:40 pagi waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 111,92 poin atau 0,33% pada 33.851,22, S&P 500 naik 17,76 poin atau 0,41% pada 4.376,00, dan Nasdaq Composite naik 101,16 poin atau 0,75% pada 13.664,00.

Harga produsen Amerika Serikat (AS) meningkat lebih dari yang diperkirakan pada bulan September di tengah biaya yang lebih tinggi untuk produk energi. Tetapi tekanan inflasi yang mendasari di tingkat pabrik terus berlanjut.

Baca Juga: Wall Street Naik Pada Selasa (10/10) Saat Imbal Hasil US Treasury Turun dari Puncak

"Pasar merespons seolah-olah ini pada dasarnya bukan sebuah peristiwa, sesuatu yang telah diantisipasi dan bukan sesuatu yang akan menyebabkan The Fed mengubah arah inflasi mereka," kata Sam Stovall, chief investment strategist CFRA Research dilansir dari Reuters.

Fokus saat ini beralih ke notulen dari pertemuan The Fed bulan September pada pukul 14:00 waktu setempat. Selain itu, data inflasi konsumen hari Kamis untuk mendapatkan petunjuk mengenai prospek suku bunga.

Asal tahu, imbal hasil obligasi pemerintah telah menurun dari level tertinggi multi-tahun mereka karena pernyataan dovish dari para pejabat The Fed di awal minggu ini.

Namun, Gubernur The Fed Michelle Bowman pada hari Rabu mengulangi pandangannya bahwa meskipun ada "beberapa kemajuan" pada inflasi, bank sentral mungkin perlu memperketat kebijakan moneter lebih lanjut untuk memulihkan stabilitas harga.

Baca Juga: Rupiah Berpeluang Melemah pada Perdagangan Rabu (11/10), Berikut Sentimen Pemicunya

Pejabat bank sentral lainnya seperti Gubernur The Fed Christopher Waller, Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic dan Presiden The Fed Boston Susan Collins juga dijadwalkan berbicara pada hari Rabu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×