kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

IHSG Terancam Tertekan pada Senin (2/3), Imbas Perang AS-Israel dan Iran


Minggu, 01 Maret 2026 / 15:12 WIB
IHSG Terancam Tertekan pada Senin (2/3), Imbas Perang AS-Israel dan Iran


Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan nanti diperkirakan bakal sangat dipengaruhi oleh efek meletusnya perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Sebagaimana diketahui, IHSG menguat tipis 0,003% ke level 8.235,48 pada perdagangan Jumat (27/2/2026).

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, pecahnya konflik AS-Israel dan Iran tentu menjadi sentimen negatif jangka pendek bagi pasar, termasuk IHSG. Pada dasarnya, setiap eskalasi geopolitik besar biasanya memicu risk-off di pasar global, terutama pada awal perdagangan setelah akhir pekan.

Risiko tekanan pada awal sesi perdagangan Senin (2/3/2026) memang terbuka, terutama karena pasar akan merespons lonjakan harga minyak dunia dan penguatan aset safe haven seperti emas dan dolar AS. 

Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound Terbatas pada Senin (2/3), Ini Rekomendasi Analis

"Tetapi, untuk panic selling besar-besaran, kemungkinannya relatif terbatas kecuali terjadi eskalasi lanjutan yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global, seperti gangguan serius pasokan energi dunia," ungkap dia Minggu (1/3/2026).

Perlu diketahui, IHSG cukup banyak ditopang oleh saham berbasis komoditas. Dalam kondisi geopolitik yang tengah memanas seperti ini, kenaikan harga emas dan minyak justru berpotensi menjadi penahan pelemahan indeks. Sebab, saham-saham energi dan emas biasanya mendapat sentimen positif saat harga komoditas global naik, sehingga dapat mengimbangi tekanan di sektor lain seperti perbankan atau konsumer.

Artinya, meskipun tekanan global meningkat, komposisi pasar yang cukup dominan pada sektor komoditas bisa membuat IHSG relatif lebih tahan banding dibanding indeks saham yang lebih bertumpu pada sektor teknologi atau manufaktur.

Sementara itu, Mayang Anggita, Senior Technical Analyst Panin Sekuritas mengatakan, secara teknikal IHSG sedang menghadapi uji support yaitu Neckline dari pola Double Bottom di level 8.214 dan ditutup dengan pola Hammer. 

Indikator Stochastic Golden Cross berada di sekitar area oversold, sehingga IHSG berpeluang rebound menuju MA50 di level 8.433 sampai dengan resistance 8.437. Di sisi lain, support terdekat berada di level 8.094 sampai dengan angka psikologis level 8.000.

Menurut Mayang, ketika ketegangan dan ketidakpastian akibat konflik geopolitik global meningkat, biasanya investor cenderung risk-off. IHSG pun berpotensi lebih bergerak volatil menanggapi sentimen tersebut. 

Baca Juga: Indeks Saham Barang Material Berpotensi Melanjutkan Tren Penguatan

"Maka kami menyarankan untuk short term trading supaya bisa memanfaatkan setiap momentum yang ada dan risiko lebih terukur," imbuh dia, Minggu (1/3/2026).

Di tengah maraknya sentimen konflik geopolitik di Timur Tengah, harga minyak berpotensi menguat. Alhasil, investor dapat mencermati saham-saham yang bergerak di sektor migas seperti MEDC, ELSA, AKRA, PGAS, dan RAJA.

Tak hanya minyak, harga komoditas emas pun turut terdampak. Hal ini seiring volume perdagangan yang cenderung menguat dan kemunculan Stochastic Golden Cross yang membuat harga emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance US$ 5400 per ons troi pada pekan ini. Alhasil, investor juga bisa mencermati saham yang bergerak di sektor emas, seperti MDKA, ANTM, PSAB, ARCI.

Di lain pihak, Reza memprediksi IHSG akan bergerak dengan support di area 8.100–8.150 pada Senin (2/3) besok. Jika tekanan global cukup besar, bukan tidak mungkin IHSG menguji area tersebut pada awal sesi perdagangan.

 

Namun, selama level ini mampu bertahan, peluang technical rebound tetap terbuka. Adapun resistance terdekat IHSG tetap ada di kisaran 8.350–8.400.

Lantas, secara umum IHSG berpotensi bergerak volatil dan menguji support pada awal sesi. Jika sentimen global memburuk, IHSG bisa turun di bawah 8.100. Namun jika tidak ada eskalasi lanjutan, peluang rebound tetap terbuka. "Jadi risikonya ada, tetapi belum mengubah tren secara signifikan," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×