Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek kinerja PT Bundamedik Tbk (BMHS) pada tahun 2026 dinilai masih positif. Pergeseran strategi menuju layanan medis bernilai tambah tinggi dipandang menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan sekaligus menjaga profitabilitas.
Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai peluang pertumbuhan BMHS tetap terbuka, terutama jika didukung peningkatan average revenue per patient serta perbaikan komposisi layanan medis.
“Prospeknya masih positif dengan potensi pertumbuhan dua digit. Tantangan utamanya ada pada kenaikan biaya tenaga medis dan depresiasi alat, tetapi margin masih bisa terjaga jika case mix membaik,” kata Azis kepada Kontan, Jumat (27/2/2026).
Baca Juga: Layanan Medis Kompleks Bisa Dongkrak Kinerja, Cek Rekomendasi Saham Bundamedik (BMHS)
Menurut Azis, langkah BMHS yang mulai memfokuskan pengembangan pada layanan medis kompleks seperti transplantasi dan teknologi robotik merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan nilai tambah layanan.
Fokus tersebut dinilai mampu memperkuat positioning BMHS sebagai penyedia layanan kesehatan tersier sekaligus membuka peluang margin yang lebih tinggi dibanding layanan medis umum. Meski demikian, ia mengingatkan adanya risiko dari kebutuhan investasi awal yang besar serta periode pengembalian modal yang relatif panjang.
Dari sisi operasional, peningkatan tingkat okupansi tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) dan optimalisasi aset dinilai berpotensi memperkuat operating leverage. Kondisi ini dapat mendorong perbaikan arus kas selama ekspansi kapasitas tetap diimbangi pertumbuhan permintaan.
“Optimalisasi aset dan kenaikan BOR bisa memperkuat arus kas, tetapi penambahan kapasitas tetap harus selaras dengan demand agar tidak membebani cash flow,” kata Azis.
Baca Juga: Konflik AS-Iran Picu Risk-Off, Analis Sarankan Cermati Saham-Saham Ini
Terkait pergerakan saham, Azis menilai ruang kenaikan masih terbuka meski pergerakan saham BMHS cenderung terbatas dalam jangka pendek. Pasar dinilai masih menunggu bukti konsistensi peningkatan kinerja seiring implementasi strategi layanan kompleks.
Azis merekomendasikan trading buy saham BMHS dengan target harga Rp199 hingga Rp204 per saham, serta area support di kisaran Rp187 sampai Rp188 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













