kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall Street Turun di Awal Pekan, Investor Menunggu Data PCE


Selasa, 27 Februari 2024 / 05:47 WIB
Wall Street Turun di Awal Pekan, Investor Menunggu Data PCE
ILUSTRASI. Wall Street turun di awal pekan setelah keramaian artificial intelligence (AI) yang mengangkat bursa pekan lalu mereda.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks utama Wall Street turun di awal pekan setelah keramaian artificial intelligence (AI) yang mengangkat bursa pekan lalu mereda. Fokus pasar saham Amerika Serikat (AS) beralih pada rilis data personal consumption expanditures (PCE) yang akan dirilis Kamis pekan ini.

Senin (27/2), Dow Jones Industrial Average turun 62,30 poin atau 0,16% menjadi 39.069,23. Indeks S&P 500 kehilangan 19,27 poin, atau 0,38% menjadi 5.069,53. Nasdaq Composite melorot 20,57 poin atau 0,13% pada 15.976,25.

Rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi PCE bulan Januari – ukuran inflasi pilihan The Fed – pada hari Kamis, dapat mengurangi antusiasme baru-baru ini. Apalagi jika data menunjukkan tekanan harga tidak cukup cepat turun.

Pasar telah mengesampingkan pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan Maret dan baru-baru ini memundurkan ekspektasi pelonggaran suku bunga ke bulan Juni mulai bulan Mei, menurut FedWatch Tool dari CME. Prediksi ini menyusul data harga konsumen dan produsen yang secara mengejutkan kuat.

Laporan mengenai barang tahan lama, kepercayaan konsumen, dan aktivitas manufaktur akan dirilis akhir pekan ini.

Baca Juga: Kemarin Merah, Cek Arah IHSG dan Rekomendasi Saham Pilihan Analis Hari Ini (27/2)

“Ada banyak perubahan posisi investasi menjelang rilis data. Investor hanya berusaha memastikan bahwa mereka tidak underweight atau overweight karena tren tidak bergerak,” kata Rob Haworth, ahli strategi investasi senior di U.S. Bank Wealth Management di Seattle kepada Reuters.

Dia mengatakan bahwa laporan ketenagakerjaan tinggal seminggu lagi. Jadi perhatian akan tertuju pada indeks harga PCE pada hari Kamis dibandingkan data lainnya.

"Ada lebih banyak data pada minggu ini dibandingkan minggu lalu namun ini masih bukan data terbesar," kata Haworth.

Perkiraan yang kuat dari perancang chip Nvidia minggu lalu menambah hiruk pikuk kecerdasan buatan tahun ini. Penguatan saham Nvidia membantu mengangkat Dow dan S&P ke level tertinggi baru. Nasdaq tidak jauh dari rekornya pada bulan November 2021. Reli pasar saham AS sekaligus menjaga kekecewaan atas penundaan penurunan suku bunga The Fed.

Baca Juga: Simak Rekomendasi Teknikal Saham AKRA, ERAA dan ITMG untuk Selasa (27/2)

S&P 500 telah menguat dalam 15 dari 17 minggu terakhir. Peristiwa ini hanya terjadi sekali dalam 50 tahun terakhir, pada tahun 1989, menurut Deutsche Bank.

Membantu mengekang penurunan Nasdaq adalah kenaikan 4,02% pada Micron Technology. Perusahaan ini memulai produksi massal semikonduktor memori bandwidth tinggi untuk digunakan dalam chip AI terbaru Nvidia. Indeks semikonduktor Philadelphia naik 1,05%.

Induk Google, Alphabet, tersandung 4,44% setelah mengumumkan rencana untuk meluncurkan kembali alat AI-nya dalam beberapa minggu ke depan. Peluncuran dihentikan sementara pada minggu lalu karena ketidakakuratan dalam beberapa penggambaran sejarah.

Berkshire Hathaway yang dipimpin Warren Buffett merosot 1,94%, menghapus kenaikan awal di tengah kekhawatiran investor setelah pemerintah AS memperingatkan adanya tuntutan hukum terhadap perusahaan listriknya, PacifiCorp.

Domino's Pizza melonjak 5,85% setelah melampaui ekspektasi Wall Street untuk penjualan kuartalan di toko yang sama.

Intuitive Machines anjlok 34,62% setelah perusahaan tersebut mengatakan pesawat ruang angkasanya terbalik tak lama setelah mendarat di permukaan bulan.​

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×