kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Wall Street Turun Pada Selasa (21/11) Malam, Investor Menunggu Risalah Rapat The Fed


Selasa, 21 November 2023 / 21:47 WIB
Wall Street Turun Pada Selasa (21/11) Malam, Investor Menunggu Risalah Rapat The Fed
ILUSTRASI. Wall Street turun di awal perdagangan Selasa (21/11).


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street turun di awal perdagangan Selasa (21/11). Investor tetap menunggu rilis risalah pertemuan Federal Reserve baru-baru ini.

Selasa (21/11) pukul 21.40 WIB, Dow Jones Industrial Average turun 0,31% ke 35.040. Indeks S&P 500 melemah 0,24% ke 4.536. Sedangkan Nasdaq Composite terpangkas 0,36% ke 14.232.

Reli yang didorong oleh teknologi membuat S&P 500 dan Nasdaq kemarin mencatatkan level penutupan tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Investor terus bertaruh bahwa The Fed berada di akhir siklus kenaikan suku bunganya.

Saham-saham Big Tech, yang menjadi pendorong sebagian besar kenaikan S&P 500 tahun ini, kini menghadapi ujian penting. Nvidia akan melaporkan hasil kuartal ketiga setelah pasar tutup.

Baca Juga: IHSG Melemah ke 6.961 Hari Ini (21/11), BBNI, AMMN, MDKA Paling Banyak Net Buy Asing

Perancang chip tersebut diperkirakan akan kembali memberikan perkiraan pendapatan yang kuat. Namun fokus investor adalah pada dampak perluasan pembatasan AS terhadap penjualan chip kelas atas ke Tiongkok.

Saham Nvidia turun tipis 0,4% dalam perdagangan premarket sementara saham-saham megacap lainnya beragam.

“Pasar sedang mencerna pergerakan besar kemarin,” kata Robert Pavlik, manajer portofolio senior di Dakota Wealth kepada Reuters. Dia menambahkan bahwa reli akhir tahun masih mungkin terjadi mengingat pendapatan yang lebih baik dari perkiraan dan inflasi yang moderat.

Risalah pertemuan The Fed di bulan November yang dirilis malam ini kemungkinan akan menawarkan lebih banyak isyarat mengenai jalur kebijakan moneter setelah bukti pelonggaran harga konsumen dan produsen meningkatkan ekspektasi bahwa suku bunga AS telah mencapai puncaknya. Risalah rapat akan dirilis pada Rabu (22/11) pukul 02.00 WIB.

Para pedagang telah memperhitungkan sepenuhnya kemungkinan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada bulan Desember. Sekitar 28% memperkirakan kemungkinan bahwa bank sentral akan menurunkan suku bunga pada bulan Maret, menurut Fedwatch CME Group.

Baca Juga: IHSG Hari Ini Melemah, Simak Proyeksi dan Rekomendasi Saham untuk Rabu (22/11)

“Perekonomian sedang melambat. Jika mereka (The Fed) berdiam diri dan membiarkannya terus merosot, maka Anda mulai khawatir bahwa soft landing akan menjadi sedikit bergelombang,” kata Pavlik.

Sejumlah perkiraan suram dari pengecer AS memberikan gambaran suram bagi belanja konsumen.

Harga saham Lowe's Cos turun 4,1% setelah jaringan toko perbaikan rumah ini memproyeksikan penurunan penjualan tahunan yang lebih besar dibandingkan perkiraan sebelumnya. Lowe's juga memangkas perkiraan laba untuk tahun ini.

Harga saham Best Buy tergelincir 4,9% setelah pengecer elektronik tersebut memperkirakan penurunan lebih tajam dalam penjualan tahunan. Sementara harga saham Kohl's Corp merosot 5,1% karena penjualan kuartal ketiga meleset dari perkiraan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×