kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Prospek Cerah 2026, Jayamas Medica (OMED) Andalkan Ekspor dan Belanja Kesehatan


Jumat, 13 Februari 2026 / 19:24 WIB
Prospek Cerah 2026, Jayamas Medica (OMED) Andalkan Ekspor dan Belanja Kesehatan
ILUSTRASI. PT Jayamas Medica Industri Tbk (JMI), (dok/JMI)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) menargetkan pendapatan Rp 2,3 triliun pada 2026 atau tumbuh 10%-15% secara tahunan. Target tersebut dinilai cukup realistis di tengah prospek industri alat kesehatan yang masih menjanjikan.

Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, mengatakan pertumbuhan tersebut sejalan dengan tren penjualan OMED yang stabil dalam beberapa tahun terakhir.

“Target tersebut cukup realistis, seiring tren pertumbuhan penjualan yang stabil serta ekspansi pasar ekspor, khususnya ke Amerika Serikat, yang mulai berkontribusi terhadap peningkatan volume penjualan,” ujar Abida kepada Kontan, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, peningkatan anggaran kesehatan nasional menjadi sekitar Rp 244 triliun juga berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja OMED pada 2026.

Baca Juga: Open Interest Bitcoin Turun ke Level Terendah sejak 2024, TradFi Meninggalkan BTC?

Abida menilai tambahan belanja pemerintah dapat mendorong permintaan alat kesehatan domestik, terutama melalui pengadaan fasilitas kesehatan serta program substitusi impor. Kondisi ini membuka peluang pertumbuhan penjualan bagi OMED, mengingat perseroan memiliki basis produksi dalam negeri yang kuat.

Dari sisi belanja modal, OMED mengalokasikan capex Rp62 miliar untuk ekspansi kapasitas produksi serta optimalisasi distribusi melalui National Distribution Center (NDC) Pulo Gadung.

“Langkah ini diperkirakan akan meningkatkan kemampuan pemenuhan permintaan sekaligus memperbaiki efisiensi biaya logistik, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan pendapatan dan menjaga margin laba,” jelasnya.

Lebih lanjut, Abida menilai OMED mampu menjaga margin tetap sehat di tengah volatilitas pasar, ditopang efisiensi operasional dan diversifikasi pasar. Ia juga melihat pertumbuhan segmen swasta dan ekspor, khususnya ke Amerika Serikat dan kawasan regional, membuka ruang peningkatan kontribusi pendapatan ke depan.

Dengan sejumlah katalis tersebut, prospek kinerja OMED pada 2026 dinilai masih berada dalam jalur pertumbuhan yang positif.

Selanjutnya: Pemerintah Beri Stimulus Wisata dan Perjalanan Menjelang Libur Lebaran 2026

Menarik Dibaca: 8 Makanan dan Minuman Sehari-Hari yang Terpapar Mikroplastik Paling Banyak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×