Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street bergerak mixed dengan kecenderungan turun pada awal perdagangan Kamis (18/6). Pada pukul 21.05 WIB, Dow Jones Industrial Average turun 0,46% ke 26.002.
Indeks S&P 500 turun 0,13% ke 3.109. Sedangkan Nasdaq Composite naik 0,06% ke 9.916.
Lonjakan infeksi virus corona di Amerika Serikat (AS) berpotensi menahan pemulihan ekonomi Paman Sam. Apalagi data klaim pengangguran mingguan masih meningkat di tengah gelombang kedua PHK.
Baca Juga: Jadi indeks dengan penurunan paling mini, begini prospek saham IDX Growth30
Sejumlah negara bagian AS seperti Texas, Florida, dan Oklahoma melaporkan kenaikan kasus infeksi baru. Tapi, Presiden AS Donald Trump kemarin mengatakan bahwa AS tidak akan menutup bisnis lagi.
"Tanpa vaksinasi atau solusi masalah kesehatan ini, masalah ekonomi akan terus bermunculan meski data telah mencapai posisi terendah di AS dan China," kata Nate Fischer, chief investment strategist Strategis Wealth Partners kepada Reuters.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim awal tunjangan pengangguran negara bagian mencapai sekitar 1,51 juta di akhir pekan lalu. Angka klaim ini turun dalam pekan kesebelas berturut-turut.
Baca Juga: Likuiditas asing banjir mengalir ke obligasi global Indonesia
Sementara itu, yield US Treasury turun yang menunjukkan kenaikan harga. Permintaan aset safe haven ini naik di tengah kekhawatiran pasar akibat pandemi corona.
"Pasar keuangan tengah berupaya menyeimbangkan data ekonomi yang positif dengan wabah corona," kata Zach Griffiths, interest rate strategist Wells Fargo kepada Reuters.
Yield US Treasury bertenor 10 tahun berada di 0,713%. Imbal hasil surat utang ini sempat berada di 0,959% pada 5 Juni setelah data menunjukkan bahwa ada penambahan tenaga kerja di bulan Mei.
Tapi, yield surat utang negara AS ini terus turun setelah optimisme perbaikan kondisi ekonomi memudar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













