kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Wall Street Menguat Usai Demokrat Kuasai Kongres, Saham Pusat Data Anjlok


Kamis, 05 November 2026 / 05:10 WIB
Diperbarui Kamis, 05 November 2026 / 05:17 WIB
Wall Street Menguat Usai Demokrat Kuasai Kongres, Saham Pusat Data Anjlok
ILUSTRASI. Bursa AS - Wall Street / NYSE (REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. Wall Street ditutup menguat tajam pada Rabu (4/11/2026) setelah kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu (midterm election) Amerika Serikat (AS) meredakan ketidakpastian politik dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.

Namun, reli pasar saham tidak merata. Saham perusahaan teknologi besar yang memiliki bisnis kecerdasan buatan (AI) justru menguat, sementara saham operator pusat data dan pemasok infrastruktur AI tertekan.

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 3% atau 1.569,40 poin ke 53.356,12. Sementara itu, S&P 500 naik 1,6% atau 119,7 poin ke 7.688,62 dan Nasdaq Composite menguat 1,4% atau 364,50 poin ke 25.736,51.

Baca Juga: Wall Street Menguat Rabu (4/11), Demokrat Kuasai Kongres AS, Saham Data Center Lesu

Kemenangan Demokrat yang berhasil menguasai Senat dan DPR mengubah ekspektasi investor terhadap arah kebijakan ekonomi AS.

Hasil pemilu tersebut dinilai mengurangi ketidakpastian politik sekaligus membuka peluang terjadinya kebuntuan kebijakan di Kongres.

"Kelegaan atas kepastian hasil pemilu mengurangi ketidakpastian," kata Terry Sandven, Kepala Strategi Ekuitas di US Bank Wealth Management.

Namun, kemenangan Demokrat juga memunculkan kekhawatiran baru bagi industri infrastruktur AI.

Investor memperkirakan perubahan kekuatan politik di Kongres dapat memperketat pembatasan pembangunan pusat data, terutama di Texas dan Georgia yang menjadi lokasi penting ekspansi industri tersebut.

Kekhawatiran ini membuat investor membedakan perusahaan teknologi besar yang memiliki kemampuan pendanaan kuat dengan perusahaan pemasok dan operator infrastruktur AI yang sangat bergantung pada ekspansi pusat data.

Baca Juga: Wall Street Menguat, Harga Minyak Anjlok 6% di Tengah Harapan Damai AS-Iran

Saham Microsoft melonjak 6,7%, Amazon.com naik 6,1%, Alphabet menguat 3,2%, dan Meta Platforms bertambah 1,4%.

Sebaliknya, saham operator pusat data mengalami tekanan tajam. Hut 8 anjlok 23%, IREN turun 11%, Core Scientific terkoreksi 10%, dan Applied Digital melemah 6,7%.

Indeks semikonduktor Philadelphia SE Semiconductor juga merosot 3,1% hingga menyentuh level terendah dalam enam bulan terakhir.

Scott Chronert, Kepala Strategi Ekuitas AS di Citi Research, mengatakan perlambatan pembangunan pusat data dapat mengubah prospek bisnis para pemasok infrastruktur AI.

Menurut dia, perubahan kecepatan ekspansi pusat data akan memengaruhi arah pertumbuhan perusahaan-perusahaan yang selama ini bergantung pada pembangunan infrastruktur AI.

Di tengah tekanan tersebut, saham Advanced Micro Devices (AMD) justru naik 1%. Perusahaan semikonduktor itu sebelumnya memperkirakan pertumbuhan pada 2027 akan lebih cepat dari ekspektasi pasar, seiring lonjakan penjualan produk pusat datanya.

Baca Juga: Nasdaq Menguat, Saham Chip AI Rebound Jelang Hasil Pemilu AS

Tekanan terhadap saham infrastruktur AI juga terjadi ketika investor mulai mencermati besarnya belanja perusahaan teknologi untuk pengembangan AI.

Sebelumnya, indeks Nasdaq-100 yang didominasi saham teknologi telah mengonfirmasi masuk ke fase koreksi teknikal pada Senin.

Di luar sektor teknologi, penurunan tajam harga minyak turut menopang penguatan pasar saham secara keseluruhan.

Investor memperkirakan perubahan kekuatan politik di AS dapat mempercepat berakhirnya perang Iran, sehingga meredakan tekanan terhadap harga energi.

Sektor consumer discretionary menjadi penguat terbesar dalam indeks S&P 500 dengan kenaikan 4,3%. Sebaliknya, sektor energi turun 4,8%.

Saham perusahaan energi bersih dan tenaga surya juga menguat karena investor memperkirakan kemenangan Demokrat akan membantu mempertahankan dukungan pemerintah federal terhadap pengembangan energi bersih. Invesco Solar ETF melonjak hampir 6%.

Baca Juga: Wall Street Melemah, Saham Apple Turun Jelang Rilis Kinerja Kuartalan

Sementara itu, saham perusahaan pertahanan seperti Northrop Grumman, RTX, dan Lockheed Martin melemah.

Investor menilai usulan anggaran pertahanan Presiden Donald Trump senilai US$ 1,5 triliun berpotensi menghadapi hambatan lebih besar di Kongres setelah kemenangan Demokrat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×